Sulutzonecom -- Pada 10 Februari 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meluncurkan program cek kesehatan gratis yang ditujukan untuk seluruh warga Indonesia. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah diluncurkan oleh Kemenkes, karena diperkirakan akan menjangkau hingga 280 juta penduduk Indonesia.
"Program cek kesehatan gratis ini akan berjalan mulai 10 Februari di Puskesmas dan klinik-klinik kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (5/2).
Budi menjelaskan bahwa jangkauan program ini bahkan akan lebih luas dibandingkan dengan program vaksinasi COVID-19 yang menargetkan 180 juta orang atau program imunisasi yang menyasar 70 juta jiwa. Ia menargetkan, pada awal peluncuran, sekitar 50 hingga 60 juta orang akan memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis ini.
"Program ini terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari bayi hingga lansia. Kami berharap jumlah peserta akan terus meningkat setiap tahunnya," tambahnya.
Cek kesehatan ini bisa dilakukan oleh warga pada hari ulang tahunnya, sementara untuk anak sekolah, tes kesehatan akan dilakukan saat mereka memasuki tahun ajaran baru. Pemerintah menyiapkan 10 ribu Puskesmas dan hingga 15 ribu klinik untuk melayani masyarakat yang ingin mengikuti program ini.
Namun, Budi menegaskan bahwa program ini hanya mencakup tes screening awal, seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan kondisi kesehatan lainnya. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sebelum gejala muncul, namun tidak mencakup diagnosis atau pengobatan. Untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut dan perawatan, peserta dianjurkan untuk mendaftar ke BPJS Kesehatan.
"Yang dilakukan di program ini adalah screening, bukan diagnosis. Jika ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut, seperti gula darah tinggi, peserta akan disarankan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut melalui BPJS Kesehatan," jelas Budi.
Program cek kesehatan gratis ini diharapkan dapat memberikan akses lebih mudah kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka secara rutin, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit serius yang tidak terdeteksi lebih awal.
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Jadikan Pasien Fokus Pada Pemulihan Tanpa Cemas Biaya Perawatan
Perlindungan Jaminan Sosial PMI: Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan Berikan Jaminan Maksimal
Jadi Pertama Berikan BPJS di Sulut, KPU Minut Beri Perlindungan Kepada Badan Adhoc
Rangkul Stakeholder, BPJS Kesehatan Wujudkan Esosistem JKN Tanpa Kecurangan
159 Calon Polwan Kompetensi Pangan-Kesehatan Mulai Pendidikan di Sepolwan
Manado Prioritaskan Kesehatan dan Pendidikan di 2025: Wali Kota Angouw Paparkan Program Unggulan
Sat Tahti dan Sie Dokkes Polresta Manado Gelar Pemeriksaan Kesehatan Tahanan
Prabowo dan Modi Saksikan Pertukaran Lima MoU Kerjasama Indonesia-India, Kesehatan hingga Digital
BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1,2,3, Ini Besaran Iuran Terbaru dan Perbedaan Fasilitasnya
Tidak Punya BPJS Kesehatan Bisa Menikmati Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ini Caranya
Percobaan Bunuh Diri di Manado: Sorotan Pentingnya Kesehatan Mental
Klinik Polresta Manado Berikan Pelayanan Kesehatan untuk Anggota Polri, PNS, Masyarakat, dan Tahanan
Maraknya Kasus Bunuh Diri, Manado Butuh Pusat Kesehatan Mental Berbasis Hipnosis
Minum Rempah Mahita Hadirkan Kesegaran Tradisi untuk Kesehatan Masyarakat Padangsidimpuan