Suhu Panas Melanda Sulut : Begini Penjelasan BMKG, Masyarakat Diminta Waspada

photo author
Depanan Simangunsong, Sulut Zone
- Rabu, 26 April 2023 | 11:06 WIB
Ilustrasi Suhu Panas yang melanda Sulawesi Utara (pinterest)
Ilustrasi Suhu Panas yang melanda Sulawesi Utara (pinterest)

SULUTZONE.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan penjelasan tentang suhu panas yang melanda Indonesia, khususnya Sulawesi Utara (Sulut) belakangan ini.

Menurut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle, sinar ultraviolet (UV) merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik dari energi radiasi matahari.

"Sinar UV yang mencapai permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti posisi semu matahari dan tutupan awan," jelas Ben Molle, Seperti dilansir SULUTZONE.COM dari Antara News

BMKG memberikan nilai indeks UV untuk setiap wilayah di Indonesia sesuai dengan prakiraan mereka.

Baca Juga: Steven Kandouw Apresiasi Kinerja Ketua DPC PDI Perjuangan Kotamobagu

"Suatu wilayah dengan suhu yang panas seperti Sulut dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh pola divergensi angin atau peleburan massa udara di sebagian besar Sulut. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan dan tutupan awan yang sangat kecil terjadi di pagi-siang hari, "tuturnya

Kondisi ini berdampak pada suhu maksimum harian yang terukur di lima lokasi pengamatan BMKG di Sulut cukup tinggi, yaitu pada kisaran 32-34 derajat Celsius dan 35 derajat Celsius di kabupaten kepulauan.

BMKG juga menjelaskan tentang fenomena gelombang panas yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), gelombang panas atau heatwave adalah kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut, dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat Celsius atau lebih.

Baca Juga: Berbagi Takjil Buka Puasa, DPC PDIP Kotamobagu Semakin Dekat Dengan Rakyat

Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika

Namun, di wilayah Indonesia, gelombang panas tidak terjadi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik dinamika atmosfer di Indonesia yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi.

Selain itu, wilayah Indonesia juga memiliki variabilitas perubahan cuaca yang cepat. Kondisi suhu panas harian yang terjadi di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh faktor seperti posisi semu matahari dan tutupan awan.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum tertinggi tercatat di Ciputat, Tangerang Selatan dengan suhu 37,2 derajat Celsius pada tanggal 17 April 2023.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Depanan Simangunsong

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X