Rakor Inovasi 2026, Pemkot Manado Terapkan Reward-Punishment di Tengah Lonjakan Inovasi Nasional

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 14 April 2026 | 08:52 WIB
Richard Sualang (Dok. Istimewa)
Richard Sualang (Dok. Istimewa)

MANADO, SULUTZONE.COM – Pemerintah Kota Manado mempertegas arah kebijakan inovasi daerah dengan menerapkan mekanisme reward dan punishment bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kebijakan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang digelar di Aula Serbaguna Pemkot Manado, Senin (13/4/2026).

Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau sekadar memenuhi kewajiban administratif. Setiap OPD diwajibkan menghadirkan program yang relevan, terukur, dan berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Inovasi daerah tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus benar-benar dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya, seperti dikutip dari RRI.

Rakor Inovasi Pemkot Manado
Rakor Inovasi Pemkot Manado (Dok. Istimewa)

Rakor tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Bapperida, para asisten, pimpinan perangkat daerah, camat, hingga lurah. Forum ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga evaluasi terhadap pelaksanaan inovasi di masing-masing perangkat daerah.

Secara nasional, dorongan terhadap inovasi daerah menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) mencatat sebanyak 36.742 inovasi daerah dilaporkan oleh 531 pemerintah daerah pada 2025, meningkat sekitar 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Perkuat Hunian Layak di Manado, Menteri PKP Tinjau Pembangunan Rusunawa di Paniki

Tidak hanya dari sisi jumlah, kualitas inovasi juga mengalami peningkatan. Rata-rata Indeks Inovasi Daerah nasional mencapai 49,43 pada 2025, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 46,01. Peningkatan ini menunjukkan bahwa inovasi semakin menjadi indikator penting dalam mengukur kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam pelayanan publik dan daya saing.

Namun demikian, pemerintah menilai masih terdapat tantangan dalam implementasi di tingkat daerah. Sejumlah inovasi dinilai belum optimal karena lemahnya konsistensi pelaksanaan dan sistem pelaporan. Oleh karena itu, Pemkot Manado menekankan penguatan monitoring serta keberlanjutan program sebagai prioritas utama.

Kebijakan reward dan punishment yang diterapkan diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh OPD untuk lebih serius dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung. OPD dengan kinerja inovasi terbaik akan diberikan apresiasi, sementara yang tidak menunjukkan perkembangan akan dievaluasi secara berkala.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Manado menargetkan terciptanya budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif, sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan tidak hanya administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X