TANGERANG – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) terus mengepankan strategi ekspansi aset di wilayah Indonesia Timur. Melalui entitas anak usahanya, PT Aryaduta Karawaci Management, emiten properti raksasa ini resmi mengambil alih aset Hotel Aryaduta Manado di Sulawesi Utara dengan nilai transaksi mencapai Rp543,4 miliar.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari rangkaian akuisisi dua aset properti di Sulawesi dengan total nilai gabungan sebesar Rp700 miliar.
Detail Transaksi Hotel Aryaduta Manado
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen LPKR merinci bahwa akuisisi ini mencakup tanah seluas 3.029 meter persegi beserta seluruh bangunan hotel yang sebelumnya dimiliki oleh PT Menara Abadi Megah.
Berikut adalah poin penting terkait transaksi tersebut:
-
Nilai Akuisisi: SGD41,3 juta atau setara Rp543,4 miliar (asumsi kurs Rp13.157,89/SGD).
-
Penyesuaian Harga: Nilai akhir masih dapat berubah menyesuaikan komponen belanja modal (capital expenditure) yang belum dibayarkan.
-
Tujuan: Memperkuat dominasi merek Aryaduta di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi.
Kondisi Keuangan dan Dampak Perusahaan
Meskipun nilai transaksi tergolong besar, Corporate Secretary Lippo Karawaci, Ratih Safitri, menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak mengganggu stabilitas keuangan internal perusahaan.
"Nilai keseluruhan akuisisi lebih rendah dari 20 persen ekuitas perseroan, sehingga bukan termasuk transaksi material. Tidak terdapat dampak material terhadap operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan," ujar Ratih dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).
Ekspansi di Sulawesi: Tak Hanya Hotel
Selain Hotel Aryaduta Manado, LPKR juga memperluas jaringan ritelnya di Sulawesi Tenggara. Melalui PT Andromeda Sakti, perseroan mencaplok Lippo Plaza Baubau dari PT Buton Bangun Cipta senilai SGD12 juta (Rp157,4 miliar).
Langkah beruntun ini menunjukkan optimisme LPKR terhadap sektor properti dan perhotelan di luar Jawa, menyusul laporan kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid dengan raihan laba bersih mencapai Rp630 miliar pada tahun 2025 lalu.
Artikel Terkait
Sinergi Kinerja dan Spiritualitas: GM PLN UID Suluttenggo Resmikan Masjid An-Nur UP3 Gorontalo di Momentum Ramadan 1447 H
Ramadhan Penuh Cahaya: Program Light Up The Dream PLN Beri Akses Listrik Gratis untuk 21 Keluarga Prasejahtera di Tahuna
Listrik untuk Nyalakan Mimpi: PLN UID Suluttenggo Hadirkan Energi Baru di Boltim Sambut Ramadhan Penuh Keberkahan
Tebar Cahaya Keberkahan, PLN UP3 Tahuna dan YBM Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Panti Sitti Maryam
Kondisi Sistem Kelistrikan PLN Pasca Gempa di Wilayah Manado dan Sekitarnya
Bank Mandiri Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara
PLN UID Suluttenggo Pulihkan 100 Persen Sistem Kelistrikan di Manado Pasca Gempa Bumi
Kawal Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI ke Lokasi Pasca Gempa, PLN UID Suluttenggo Siagakan 50 Personel dan Belasan Unit Power Backup
PLN Sukses Kawal Keandalan Listrik Tanpa Kedip pada Selebrasi Paskah Pemuda GMIM 2026
PLN Suluttenggo Siaga Penuh Sukseskan Paskah Nasional 2026, GM Usman Bangun Terlihat Turun Langsung