Pemkot Manado Beri Dispensasi ASN untuk Paskah Nasional 2026, Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 7 April 2026 | 12:11 WIB
Infografis Pemkot Manado (Dok. Istimewa)
Infografis Pemkot Manado (Dok. Istimewa)

MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado resmi memberlakukan kebijakan dispensasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti Ibadah Paskah Nasional Gereja-Gereja di Sulawesi Utara 2026.

Kegiatan religius berskala besar ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 April 2026.

​Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kegiatan keagamaan, sekaligus memastikan roda birokrasi tetap berjalan tertib.

Wali Kota Manado, Andrei Angouw
Wali Kota Manado, Andrei Angouw (Dok. Istimewa)

​Mekanisme dan Syarat Pengajuan

​Berdasarkan arahan resmi, ASN yang berencana menghadiri ibadah tersebut tidak bisa langsung meninggalkan tugas begitu saja. Terdapat prosedur administrasi yang wajib dipatuhi:

  • Surat Permohonan: ASN wajib mengajukan permohonan dispensasi resmi.
  • Persetujuan Pimpinan: Dokumen harus ditandatangani oleh Kepala Perangkat Daerah masing-masing.
  • Tenggat Waktu: Pengajuan paling lambat diterima pada Selasa, 7 April 2026.

​Penegasan Disiplin dan Verifikasi Ketat

​Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado, Otniel Kevin Tewal, menekankan bahwa dispensasi ini bukan berarti pengabaian tanggung jawab. Ia meminta para atasan langsung untuk selektif dalam memberikan rekomendasi.

​"Kami meminta para atasan langsung memverifikasi bawahannya dengan benar. Izin hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar menghadiri ibadah. Jangan sampai ada penyalahgunaan rekomendasi," tegas Tewal.

ASN Pemkot Manado
ASN Pemkot Manado

​Strategi Pelayanan Publik

​Meski ribuan jemaat diprediksi akan memadati pusat kegiatan di Kota Manado, Pemkot memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak akan lumpuh. Strategi yang diterapkan meliputi:

  1. Pengaturan Internal: Setiap perangkat daerah wajib melakukan pembagian tugas (shifting) bagi pegawai yang tidak mengikuti ibadah.
  2. Optimalisasi Layanan: Pimpinan instansi bertanggung jawab memastikan pos-pos pelayanan publik tetap terisi.
  3. Koordinasi Lintas Sektor: Pemkot menyiagakan personel untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kesiapan fasilitas pendukung di titik-titik keramaian.

 

​Dampak Bagi Kota Manado

​Pelaksanaan Paskah Nasional 2026 bukan sekadar agenda rohani. Pemerintah optimistis acara ini akan memberikan multiplier effect bagi ibu kota Sulawesi Utara ini, di antaranya:

  • Sektor Ekonomi: Peningkatan kunjungan wisatawan religi yang berdampak pada UMKM dan perhotelan.
  • Sektor Sosial: Mempererat kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.

​Dengan koordinasi yang matang, Pemkot Manado berharap perayaan Paskah Nasional ini dapat berjalan khidmat tanpa mencederai kualitas pelayanan bagi warga kota.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X