Mendengar keluhan mengenai akses jalan yang menghambat penggarapan lahan, Gubernur Yulius langsung memberikan solusi konkret tanpa tapi.
Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam dan siap mengerahkan alat berat untuk membuka jalur produksi bagi petani.
“Kalau perlu kita turunkan ekskavator untuk buka akses. Setelah dibuka, pasti kita aspal. Biar petani makin semangat. Petani sejahtera, masyarakat sejahtera, pemerintah bahagia,” tandasnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh.
Kepemimpinan Gubernur Yulius memang terbukti membawa perubahan signifikan, di mana data dari Dinas Pertanian Provinsi Sulut mencatat produksi beras tahun 2025 melonjak drastis hingga 233 ribu ton dibanding tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini adalah hasil nyata dari upaya lobi Gubernur Yulius ke pemerintah pusat yang berhasil mendatangkan bantuan alsintan dan benih senilai Rp 65 miliar, membuktikan bahwa di bawah komandonya, Sulawesi Utara kini berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan yang tangguh.
***
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Tugas, Koptu Eman Manein Bangun Ikatan Kekeluargaan dengan Nelayan Desa Rainis Talaud
Hadir di Tengah Rakyat, Babinsa Koramil 06 Nanusa Gencarkan Komsos di Marampit
Untuk Mendorong Customer Centricity dan Transformasi Berkelanjutan, IFG Perkuat Tata Kelola
Jaksa Geledah Kantor Kesbangpol dan Bawaslu Kotamobagu Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp1,7 miliar
Evaluasi Kinerja 2025, Wali Kota Andrei Angouw Tekan PDAM Manado Perbaiki Kualitas Layanan
BPJN Sulut: MORR III Menjadi Kunci Pendukung KEK Bitung dan Solusi Logistik Manado
Kinerja BNI 2025 Lampaui Target, Fokus Garap Segmen UMKM di Tahun 2026
Ambisi Kia Garap Pasar EV Indonesia: Siapkan MPV Listrik dan Ekosistem Berkelanjutan
Go Global! BNI Persenjatai UMKM dengan Teknologi AI untuk Tembus Pasar Ekspor
Usung Tema Sinergitas, Pengurus DPD LPM Kota Tomohon Periode 2026-2031 Resmi Dilantik