MANADO, SULUTZONE.COM — Organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara (Sulut) dilanda krisis internal serius menyusul pelaksanaan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) dan pelantikan sembilan Badan Pengurus Cabang (BPC) secara serentak pada Minggu, 30 November 2025.
Agenda yang digelar di Kantor Gubernur Sulut dan dipimpin oleh Sekretaris Caretaker BPD HIPMI Sulut, Resky Wirmandi, ini sontak memicu gelombang kritik dan kecaman keras dari internal organisasi, termasuk para Ketua BPC aktif dan senior HIPMI. Proses "kilat" yang hanya memakan waktu singkat untuk Muscablub dan pelantikan di lokasi yang sama dinilai melanggar Peraturan Organisasi (PO) HIPMI.
Baca Juga: Caretaker HIPMI Sulut Gelar Sosialisasi, Perkuat Sinergi Bersama BPC di Kantor Gubernur
Tudingan Manuver Politik dan Pelanggaran Prosedur
Langkah caretaker BPD HIPMI Sulut tersebut dituding sebagai manuver politik yang dipaksakan demi mengakomodasi kepentingan salah satu calon ketua umum daerah menjelang Musyawarah Daerah (Musda).
Para Ketua BPC yang merasa dicederai menegaskan bahwa mereka tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi mengenai Muscablub tersebut.
Karen Senduk, Ketua Umum BPC HIPMI Tomohon, menyatakan penolakan tegas. "Saya menolak tentang adanya muscablub tersebut. Yang pertama, kami sebagai pengurus tidak ada yang dikonfirmasi. Yang kedua, ini hanya akan merusak nama besar HIPMI," ujarnya, seperti dikutip BeritaManado.com.
Baca Juga: HIPMI Sulut Segera Gelar Musdalub, Dr. Hizkia Sembel Menguat Sebagai Calon Ketua Umum 2025-2028
Liony Mongi, Ketua HIPMI Minahasa, menyampaikan kekecewaan. "Kami sangat menyayangkan adanya kegiatan muscablub tersebut. Padahal beberapa bulan yang lalu kami telah dilantik oleh Ketua Umum BPD HIPMI Sulut," katanya, menurut BeritaManado.com.
Charles Takalamingan, Ketua HIPMI Sangihe, menyoroti motif di balik langkah cepat tersebut. "Saya merasa muscablub itu hanya demi kepentingan salah satu calon untuk maju sebagai Ketua BPD HIPMI Sulut. Kami tidak diberitahu tentang adanya muscablub ini, tiba-tiba sudah ada pelantikan. Ada apa dengan caretaker HIPMI Sulut?" tegasnya, seperti dilaporkan BeritaManado.com.
Jemail Sarajar, Ketua Umum HIPMI Minahasa Utara, menyebutnya sebagai "muscablub kilat". "Muscab dan pelantikan hanya dilaksanakan dalam dua jam dan di satu tempat yang sama. Saya sangat menyayangkan sikap caretaker BPD HIPMI Sulut yang hanya mementingkan salah satu calon," tandasnya, kepada BeritaManado.com.
Baca Juga: Sembilan Naga Muda Sulut Lahir, BPD HIPMI Sulut Lantik Para BPC se-Sulut
Cederai Marwah Organisasi dan Citra Nasional
Kecaman keras juga datang dari kalangan senior. Jeffrey Delarue, mantan Ketua Umum BPD HIPMI Sulut, menilai tindakan caretaker sebagai kesewenang-wenangan yang mengancam kehormatan organisasi.
"Ini tindakan semena-mena. Proses Muscablub dipaksakan, tidak sesuai Peraturan Organisasi, dan tidak ada komunikasi dengan pemerintah daerah. Cara seperti ini justru mencoreng marwah HIPMI Sulut," tegas Delarue.
Artikel Terkait
Anisya Gretsya Bambungan di Rakornas: RUU Daerah Kepulauan Kunci Konektivitas dan Pemberdayaan Ekonomi Talaud.
Hangatnya Natal di Alo Utara, Ketua PKK Talaud Ny. Henny Hongwijoyo Kuatkan Persatuan dan Berikan Bantuan Tunai
Gebrakan Cepat Polres Talaud! Laporan Penganiayaan dan Pengrusakan di Melonguane Langsung Ditindak Lanjuti
Kejuaraan Catur "Sulut Chess Open 2025": Total Hadiah Rp 123 Juta Siap Diperebutkan
Kasus Korupsi Dana Bencana Gunung Ruang, Kejati Sulut Geledah BPBD Sitaro hingga Toko Material
Tingkatkan Pelayanan Kelistrikan yang Akuntable dan Responsif, PLN UP3 Palu Bersinar Ombudsman RI Sulawesi Tengah
SULUT HEBOH: Politisi Talaud Berinisial DNB Ditahan Kejari Sula, Tersangka Kasus Proyek Fiktif Senilai Rp 1,3 Miliar
Pesan Mendalam Bupati Welly Titah saat Buka Orientasi PPPK Talaud: Perkuat Disiplin, Kita Pelayan Masyarakat!
"Semangat Natal dan Pelantikan BPD Essang: Bupati Titah Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Talaud"
Bimbingan Belajar "Pradipta" Lahir di Talaud, AKBP Arie Sulistyo: Tingkatkan Peluang Kerja Anak Daerah!