BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sulawesi Utara: Hujan Lebat Dipicu La Nina dan Pusat Tekanan Rendah

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 1 Desember 2025 | 03:06 WIB
Ilustrasi Hujan Disertai Angin (Istimewa)
Ilustrasi Hujan Disertai Angin (Istimewa)

MANADO, sulutzone.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut), terhitung sejak 30 November 2025.

BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar kabupaten/kota.

Plh Kepala Stasiun Meteorologi Samrat, Margy Octavia, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa peningkatan curah hujan ini dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah fenomena dinamika atmosfer.

 Baca Juga: PLN Siap Jadi Offtaker Utama, Proyek 'Waste to Energy' Resmi Masuk RUPTL 2025–2034

Pemicu Cuaca Ekstrem

Margy menjelaskan bahwa faktor pemicu utama kondisi cuaca ekstrem di Sulut adalah dominasi angin Muson Barat, aktifnya fenomena La Nina, serta suhu muka laut yang lebih hangat.

Kondisi ini diperkuat dengan terdeteksinya pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik utara Papua, yang memicu pertemuan dan belokan angin (konvergensi) tepat di sekitar wilayah Sulut. Faktor pendukung lainnya meliputi tingginya kelembaban udara basah di setiap lapisan atmosfer dan tingginya indeks labilitas atmosfer, serta prediksi spasial Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Sulut.

Baca Juga: Dukung Pariwisata dan Ekonomi Hijau, Pemerintah dan PLN Targetkan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Beroperasi di 2029

Wilayah Terdampak dan Antisipasi Bencana

BMKG memetakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang antara lain mencakup:

  • Kota: Manado, Bitung, Tomohon.

  • Kabupaten: Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“BMKG mengimbau Masyarakat, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana, terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir,” tutup Margy Octavia.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X