Pendidikan Berintegritas di Manado: Kepsek SMPN 8 Manado Terapkan Sekolah Bebas Pungli dan Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 00:43 WIB
Kepsek SMPN 8 Manado (Ist)
Kepsek SMPN 8 Manado (Ist)

SULUTZONE.COM - Integritas dan komitmen tinggi ditunjukkan oleh Rahman Manggopa, Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Manado, dalam menciptakan lembaga pendidikan yang bersih dari praktik pungutan liar (pungli).

Kepemimpinannya menjadi sorotan dan panutan di tengah upaya perbaikan kualitas pendidikan di Manado.

Dalam setiap kesempatan, baik saat rapat dengan para guru maupun pertemuan bersama orang tua siswa, Rahman selalu menegaskan larangan keras terhadap pungutan dalam bentuk apa pun. 

Baca Juga: Ketua Sinode GERMITA Pimpin Ibadah Emeritasi Pdt. Rius Rabunusa, Bertepatan dengan HUT ke-58

Ia memastikan seluruh proses pendidikan di sekolah berjalan tanpa membebani orang tua secara finansial.

"Tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun. Jika ada yang melakukan, silakan langsung hubungi saya," tegas Rahman. 

Ia juga menambahkan bahwa semua kebutuhan sekolah, mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga kegiatan penunjang, sudah sepenuhnya dibiayai oleh Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca Juga: Sekda Talaud, Yohanis B. K. Kamagi Wakili Bupati Hadiri Pembukaan ANBK

Sikap tegas ini bukan sekadar menjalankan aturan, tetapi juga bagian dari upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. 

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan berintegritas, di mana fokus utama adalah mencerdaskan anak bangsa tanpa adanya intervensi biaya tambahan yang tidak perlu.

Selain komitmen anti-pungli, Rahman Manggopa juga menjadikan pembentukan karakter sebagai pilar utama dalam kurikulum di SMPN 8 Manado. 

Baca Juga: Universitas Trinita Manado Sambut 500 Mahasiswa Baru dalam PK2MB 2025

Berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, hingga kegiatan keagamaan, didorong secara maksimal untuk membantu siswa mengembangkan potensi diri di luar ranah akademis.

"Kegiatan ekstrakurikuler adalah bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki budi pekerti yang baik, disiplin, dan mampu bekerja sama dengan orang lain," pungkasnya.

Kepemimpinan Rahman Manggopa di SMPN 8 Manado membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak harus mahal. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X