Cerpen -- Debu vulkanik beterbangan ditiup angin, menyambut langkah kaki para pendaki yang berjuang menaklukkan terjalnya Gunung Lokon. Di antara mereka, ada Surya, seorang pemuda dengan mata elang yang selalu mengamati sekeliling, dan Mentari, seorang gadis dengan senyum sehangat mentari pagi, membawa semangat yang tak kalah membara.
Mereka bertemu di pos peristirahatan kedua. Surya, yang sedang memperbaiki tali sepatunya yang lepas, tak sengaja mendengar suara tawa renyah. Ia menoleh dan melihat Mentari, sedang bercanda dengan teman-temannya. Sebuah senyum tanpa sadar terukir di bibir Surya.
Perjalanan ke puncak semakin berat, beberapa pendaki mulai kelelahan. Surya melihat Mentari sedikit kesulitan melewati jalur berbatu. Tanpa ragu, ia menawarkan bantuan. Sejak saat itu, mereka berjalan bersama.
Di sepanjang jalur pendakian, obrolan mengalir begitu saja. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman mendaki, kecintaan pada alam, dan mimpi-mimpi yang ingin digapai. Surya terpesona dengan semangat Mentari, sementara Mentari merasa nyaman dengan perhatian tulus Surya. Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, di tengah hembusan angin dan pemandangan yang memukau.
Puncak Lokon akhirnya tercapai. Senja mewarnai langit dengan gradasi jingga dan ungu, menciptakan pemandangan yang luar biasa. Surya dan Mentari berdiri berdampingan, menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Di saat itu, waktu seakan berhenti. Sebuah tatapan mata yang dalam, senyum yang tulus, seolah cukup untuk mengungkapkan perasaan yang belum terucap.
Namun, kebersamaan itu hanya berlangsung sementara. Setelah menikmati keindahan puncak dan mengabadikan momen, para pendaki mulai turun. Di tengah keramaian, Surya dan Mentari terpisah. Surya sempat mencari, namun Mentari sudah menghilang di antara rombongan pendaki lainnya.
Surya menyesal karena tidak sempat menanyakan nama atau informasi apapun tentang Mentari. Ia hanya mengingat senyumnya, tawanya, dan kehangatan yang dirasakannya saat bersamanya di Lokon.
Sejak hari itu, Surya dihantui rasa penasaran. Ia memutuskan untuk terus mendaki Lokon, berharap dapat bertemu kembali dengan Mentari. Setiap langkahnya di jalur pendakian, ia selalu mencari sosok itu. Ia membayangkan Mentari juga merasakan hal yang sama, mungkin juga sedang mencarinya di antara para pendaki.
Setiap kali mencapai puncak, Surya selalu menatap ke sekeliling, berharap melihat Mentari berdiri di sana, tersenyum menunggunya. Meskipun berkali-kali mendaki dan belum membuahkan hasil, Surya tidak menyerah. Ia percaya, di suatu saat nanti, di antara debu vulkanik dan hembusan angin Lokon, takdir akan mempertemukan mereka kembali. Karena bagi Surya, kisah cintanya dengan Mentari belum berakhir, melainkan baru dimulai di puncak Lokon.
Bersambung ....
Artikel Terkait
Perusahaan di Manado Terancam Sanksi Pidana Akibat Gaji di Bawah UMP, Kasus Millenium Babies and Kids Jadi Sorotan
Tawuran Berdarah Kembali Pecah di Bitung, Fasilitas Umum Rusak, Warga Resah
Remaja 15 Tahun di Bitung Ditangkap Polisi Usai Jual Sajam di TikTok, Sempat Tantang Polisi di Medsos
Keindahan Tersembunyi Pantai Permisan, Surga Alami di Pulau Nusakambangan
70 Persen Warga Indonesia Tak Punya Tabungan, Tantangan Ekonomi Keluarga Semakin Berat
CERPEN : Dari Asrama Kodam ke Dunia Jurnalisme: Kisah Inspiratif Mengejar Mimpi di Tengah Keterbatasan
Cerpen : Di Balik Gemerlap Sekolah Top: Kisah Seorang Anak Tukang Ojek yang Bersinar di Panggung Seni
Gencatan Senjata Israel-Hamas: Beban Ekonomi dan Harapan Pemulihan
Dampak IKN terhadap Perekonomian Manado: Peluang dan Tantangan
PLN UID Suluttenggo Tekankan K3 untuk Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi di Era Transisi Energi