MANADO, SULUTZONE.COM – Kota Manado kembali membuktikan diri sebagai barometer tren gaya hidup di Indonesia Timur. Setelah tren kopi artisan dan bersepeda, kini "demam" baru tengah melanda: Padel. Olahraga yang mengombinasikan elemen tenis dan squash ini tak hanya menjamur di Jakarta atau Bali, tapi telah bertransformasi menjadi identitas baru bagi warga Manado di awal 2026 ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan, hampir setiap sore hingga larut malam, deretan lapangan kaca di area Boulevard, Bahu, hingga Citraland tak pernah sepi. Suara pantulan bola pada dinding kaca dan tawa riuh para pemain menjadi latar belakang baru pemandangan kota.
Kenapa Padel?
Berbeda dengan tenis lapangan yang memerlukan teknik rumit dan waktu belajar tahunan, Padel menawarkan gratifikasi instan. Ukuran lapangan yang lebih kecil dan penggunaan raket padat (bat) membuat siapa pun—dari remaja hingga lansia—bisa melakukan rally panjang hanya dalam hitungan menit setelah mencoba.
Namun, daya tarik utamanya di Manado bukan cuma soal keringat. Padel telah menjadi "The New Golf"—sebuah ruang di mana urusan bisnis, gosip terkini, hingga perjodohan terjadi di sela-sela set permainan.
Suara dari Lapangan
Angelina Mandey (33), salah satu pegiat padel aktif di Manado, mengungkapkan bahwa inklusivitas adalah kunci mengapa olahraga ini begitu cepat diterima.
"Berawal dari penasaran nonton turnamen artis, saya akhirnya mencoba coaching agar benar-benar paham teknik rally yang tidak bisa dipelajari hanya dengan menonton. Selain sehat dan bikin ketagihan, Padel di sini jadi wadah seru untuk menambah relasi dengan teman se-hobi melalui aplikasi Reclub," ujar Angelina kepada SULUTZONE.COM saat ditemui di salah satu venue di kawasan Bahu (07/02/2026).
Sportainment: Ekonomi Baru Manado
Fenomena ini juga membawa berkah ekonomi. Munculnya venue seperti King Padel, Padeland, hingga 88 Padel menciptakan ekosistem baru. Tak hanya menyewakan lapangan, venue-venue ini hadir dengan konsep one-stop entertainment—lengkap dengan kafe estetik dan toko perlengkapan olahraga premium.
Padel di Manado bukan lagi soal siapa yang paling jago memukul bola, melainkan tentang siapa yang paling menikmati suasana. Dengan munculnya lapangan-lapangan indoor baru untuk menghadapi cuaca hujan, tren ini diprediksi tidak akan meredup dalam waktu dekat.
Bagi warga Manado, pilihannya sekarang cuma dua: ikut memegang raket di dalam lapangan kaca, atau hanya jadi penonton dari balik layar ponsel.
Artikel Terkait
PBJT 10 Persen untuk Olahraga Padel Bukan Inisiatif Pemprov DKI, Gubernur Pramono Anung: Itu Amanat Undang-Undang
Padel hingga Biliar, Ini Daftar 21 Olahraga Berbayar yang Dipajaki di Jakarta
Padel Dipajaki 10 Persen, Menpora: Ada Potensi Ekonomi, Pemerintah Punya Hak Ambil Kontribusi
Dandim 1312/Talaud, Letkol Arh. Yanuar Yudistira, Bersama Forkopimda Talaud Menerima Kunjungan DanKodaeral VIII/Manado
Tancap Gas! Andrei Angouw Targetkan Ekonomi Manado 2027 Melalui RKPD dan Aplikasi SiAwas
Langkah Maju Olahraga Manado: Pengurus KONI Tanda Tangani Pakta Integritas, Pelantikan Segera Digelar!
Kabar Sejuk! Pemkot Manado Cairkan Bonus Atlet dan Pelatih Porprov Senilai Rp 6,4 Miliar
Pimpin Rapat Perdana KONI Manado, Richard Sualang Targetkan Matangkan Persiapan Porprov 2027
Perkuat Integritas, Dirut Lucky Senduk Lantik Pejabat Baru Perumda Pasar Manado di MBW
Manado Makin Estetik! Pemkot Tancap Gas Jalankan Gerakan Indonesia ASRI Sesuai Instruksi Presiden
Wakil Wali Kota Richard Sualang Pimpin Percepatan Digitalisasi Bansos, Manado Jadi Barometer Nasional
Sinergi Tanpa Batas, TNI-Polri dan Pemkot Manado "Keroyok" Sampah Lewat Gerakan Indonesia Asri!
Wawali Richard Sualang Resmikan Dealer Sunward di Manado, Perkuat Geliat Investasi Indonesia Timur