​MANADO, SulutZone.com – Satreskrim Polresta Manado kini bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan perundungan (bullying) yang disinyalir menjadi penyebab meninggalnya seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berinisial dr. A.R. Kepolisian berkomitmen menangani perkara ini secara profesional dan objektif guna memastikan kebenaran informasi yang belakangan viral di media sosial. (7/7/2026)
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, didampingi Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono, menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh di lapangan.
“Kami telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari menelusuri informasi yang beredar di media sosial, berkoordinasi dengan pihak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, mengumpulkan dokumen, hingga meminta keterangan dari sejumlah pihak. Seluruh informasi yang berkembang, termasuk dugaan adanya perundungan, masih kami dalami dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta,” ujar Kompol Elwin Kristanto.
Dalam proses penyelidikan tersebut, Satreskrim Polresta Manado telah berkoordinasi dengan pihak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, khususnya Instalasi Forensik dan Humas rumah sakit, guna memperoleh informasi mengenai penanganan jenazah korban.
Berdasarkan keterangan pihak forensik, terhadap jenazah korban hanya dilakukan pemeriksaan fisik luar sesuai permintaan keluarga. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka pada bagian leher yang polanya mengarah pada dugaan gantung diri. Namun demikian, karena pihak keluarga tidak mengajukan permintaan autopsi, penyebab pasti kematian secara medis belum dapat dipastikan secara menyeluruh.
Hasil pendalaman sementara juga menunjukkan bahwa korban tidak meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit setelah meninggal dunia untuk dilakukan pemeriksaan luar dan proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kabupaten Morowali.
Kompol Elwin Kristanto juga menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak keluarga korban belum membuat laporan polisi secara resmi terkait dugaan perundungan maupun dugaan tindak pidana lainnya. Oleh karena itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan awal untuk mengumpulkan dan memverifikasi seluruh informasi yang berkembang.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang beredar. Apabila nantinya ditemukan fakta, alat bukti, maupun unsur pidana yang cukup, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kompol Elwin Kristanto.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan alat bukti,” tambahnya.
Saat ini Satreskrim Polresta Manado juga terus melaksanakan patroli siber guna memantau perkembangan pemberitaan dan aktivitas di media sosial untuk mengantisipasi penyebaran hoaks maupun informasi provokatif yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polresta Manado memastikan setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka setelah didukung oleh fakta, alat bukti, dan hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
***/dede/Humas Polres
Artikel Terkait
Merajut Harmoni Budaya dan Pembangunan: Pemkab Talaud Gelar Ritual Adat Marunassa Sambut HUT ke-24 dengan Khidmat
Ciptakan Energi Andal dan Aman, PLN UP3 Tolitoli Gelar Kampus Yantek untuk Cetak Petugas yang Siap Melayani Masyarakat
Berkas P-21, Polsek Kabaruan Serahkan Residivis Kasus Pencabulan Anak ke Kejari Talaud
Babinsa Aktif Dampingi Pembangunan Koperasi Merah Putih Wujudkan Ekonomi, Kerakyatan
Pantau Budidaya Ikan Air Tawar, Babinsa Laksanakan Pendampingan
Babinsa Kakorotan Kopda Novriadi Tingkatkan Disiplin Dan Karakter Pelajar Melalui Latihan PBB
Koramil 1312-03/Beo Gelar Nobar Gembira Bersama Masyarakat, Pererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Antisipasi Tarkam saat Nobar Piala Dunia 2026, Polresta Manado dan Polda Sulut Gelar Apel KRYD Skala Besar
Dugaan WNA Beraktivitas di Tambang Ilegal Oboy, Imigrasi Kotamobagu Didorong Segera Bertindak
Gubernur Sulut Apresiasi Capaian 24 Tahun Talaud: Gali Potensi Maritim, Waspada Bencana, dan Jaga Kearifan Lokal "Porodisa"