Anggota TNI-Polri Yang meninggal di Papua Selama Tahun 2022

photo author
Bastian Korompot, Sulut Zone
- Kamis, 29 Desember 2022 | 09:36 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol, Mathius D Fakhiri. (Dok. Tribratanews.polri.go.id)
Kapolda Papua Irjen Pol, Mathius D Fakhiri. (Dok. Tribratanews.polri.go.id)

Sulutzone - Sebanyak 13 anggota TNI-Polri yang meninggal di Papua selama tahun 2022.

Anggota TNI-Polri yang meninggal sepanjang tahun 2022 itu, akibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meyebutkan selama 2022 tercatat 13 anggota TNI-Polri meninggal akibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Baca Juga: Masyarakat 'Silahkan Rayakan Tahun Baru 2023'

"Memang benar dari data yang diperoleh terungkap 13 anggota TNI-Polri yang menjadi korban saat baku tembak dengan KKB, dengan rincian 10 anggota TNI dan tiga anggota Polri," kata Fakhiri, di Jayapura, Rabu, dilansir ANTARA

Jumlah tersebut mengalami penurunan, mengingat periode yang sama tahun 2021 tercatat 15 anggota TNI-Polri yang meninggal saat menunaikan tugasnya, kata Kapolda Papua itu, dalam keterangan akhir tahun.

Dia menyatakan pula, untuk warga sipil yang meninggal selama tahun 2022 tercatat 35 orang, dan KKB hanya lima orang.

Baca Juga: Tips Memperbaiki Kesehatan Mental, Sebagai Resolusi 2023

Sedangkan yang mengalami luka-luka tercatat 14 anggota TNI, tiga anggota Polri, dan 10 warga sipil, kata Fakhiri lagi.

Dia menyebutkan pula, kasus menonjol yang disebabkan gangguan KKB mengalami penurunan sebesar 15,10 persen atau 16 kasus, karena di tahun 2022 tercatat 90 kasus dan di tahun 2021 sebanyak 106 kasus.

Menurunnya lagi, jumlah korban khususnya di kalangan anggota Polri disebabkan pihaknya senantiasa meminta agar waspada dan bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan bila tidak menerapkannya akan dikenakan sanksi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Larangan Jual Rokok Batangan

Terkait banyaknya warga sipil yang menjadi korban, Fakhiri mengaku itu disebabkan terkadang mereka lengah dan tetap mencari penumpang dan mengantarkannya ke wilayah rawan.

Padahal aparat keamanan seringkali mengingatkan, agar tidak melayani penumpang yang di luar kota karena keselamatan lebih penting.

"Imbauan tersebut seringkali tidak diindahkan dan mereka tetap mengangkut penumpang, karena korban sipil yang meninggal atau terluka terbanyak berprofesi sebagai tukang ojek," kata Kapolda Papua itu pula.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bastian Korompot

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X