Meskipun begitu, pengaruh dan warisan pemerintahan Soeharto masih terasa hingga saat ini.
Beberapa kebijakan yang diperkenalkannya masih terus dipertahankan oleh pemerintah Indonesia, seperti Program Keluarga Berencana dan beberapa infrastruktur yang dibangun pada masa pemerintahannya.
Baca Juga: Lirik Lagu Viral 'Komang' Dari Raim Laode
Namun, kontroversi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pada masa pemerintahan Soeharto tetap menjadi topik yang sensitif dan kontroversial hingga saat ini.
Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan cara memberikan pengakuan, memperbaiki sistem keadilan, dan menegakkan hak asasi manusia.
Dalam sejarah Indonesia, Soeharto tetap dianggap sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam membangun negara dan memberikan stabilitas politik di tengah kondisi yang sulit.
Namun, di sisi lain, ia juga dianggap sebagai sosok yang otoriter dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Kedua pandangan ini masih menjadi perdebatan yang terus berlangsung di kalangan masyarakat Indonesia hingga saat ini.
Pada tanggal 27 Januari 2008, Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah negara tersebut.
Baca Juga: Pengadilan Negeri Kotamobagu Didatangi Puluhan Warga Terkait Tuntutan Ganti Rugi di Bolmong
Presiden kedua Indonesia, Soeharto, meninggal dunia di usia 86 tahun setelah beberapa tahun mengalami gangguan kesehatan.
Soeharto adalah presiden Indonesia yang menjabat selama 32 tahun, dari tahun 1967 hingga 1998.
Ia memimpin Indonesia melalui beberapa masa sulit, termasuk krisis ekonomi pada akhir 1990-an, serta berbagai konflik dan krisis politik.
Baca Juga: Mobil Paling Ganas dan Bertenaga! Jeep Renegade Menjadi Edisi Khusus di Pasar Otomotif