Profil dan Sejarah Presiden Soekarno: Pemimpin Nasionalis Indonesia yang Kontroversial

photo author
Kamal Babay, Sulut Zone
- Sabtu, 4 Maret 2023 | 21:35 WIB
potret Presiden Soekarno di masa-masa awal pemerintahan negara Indonesia pasca kemerdekaan, yang juga bertepatan dengan momentum terjadinya perang dingin di berbagai belahan dunia sebelum terbentuknya aliansi Gerakan Non-Blok (geopoliticalmonitor.com)
potret Presiden Soekarno di masa-masa awal pemerintahan negara Indonesia pasca kemerdekaan, yang juga bertepatan dengan momentum terjadinya perang dingin di berbagai belahan dunia sebelum terbentuknya aliansi Gerakan Non-Blok (geopoliticalmonitor.com)

SULUTZONE.COM - Presiden Soekarno, juga dikenal sebagai Bung Karno, adalah salah satu tokoh terpenting dalam sejarah modern Indonesia.

Presiden Soekarno memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan kemudian menjadi Presiden pertama Republik Indonesia.

Artikel ini akan membahas profil dan sejarah Presiden Soekarno secara singkat.

Baca Juga: Signal Peringatan Keras Kapolres Bolmut Bikin Debt Collector Kalang Kabut 

Profil Presiden Soekarno

Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ia belajar di Hollandsch-Inlandsche School.

Dan mendapatkan gelar teknik di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Ia juga belajar filsafat di Universitas Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Kerja bagi 500 Pekerja di PT. Mitra Harta Insani NTB, Informasinya Disini

Sebagai pemimpin nasionalis, Bung Karno  menulis banyak esai dan pidato yang mengadvokasi kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, Soekarno menjadi Presiden pertama Indonesia.

Ia memimpin negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemberontakan DI/TII dan PRRI/Permesta, serta konflik dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Belanda.

Baca Juga: Video Viral Oknum Debt Collector Kasar, Kapolda Fadil: Kasat Serse Jangan Lambat, Tangkap! Ini Linknya

Pemerintahan Soekarno juga dikenal dengan konsep politiknya yang disebut "Nasakom," singkatan dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme.

Konsep ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai kepentingan nasionalis, agamais, dan komunis dalam satu kesatuan yang lebih besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kamal Babay

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X