Sulutzone.com — Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Pratikno, memberikan penjelasan resmi mengenai struktur keanggotaan lembaga yang dipimpinnya yang kini mencapai 26 orang. Komposisi tersebut sebelumnya sempat memicu sorotan dan kritik publik karena dinilai terlalu besar atau "gemuk".
Menanggapi hal tersebut, Pratikno menilai banyaknya anggota justru memberikan nilai tambah substantif bagi fungsi pertimbangan negara. Setiap figur membawa rekam jejak, pengetahuan, dan pengalaman yang beragam, sehingga memperkaya perspekstif analisis yang disajikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Justru ini adalah keanggotaan yang paling kaya ya, paling kaya dalam artian kekayaan variasi pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi. Jadi, kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif," kata Pratikno kepada awak media di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pendekatan Lintas Bidang dan Respon Hatta Rajasa
Pratikno menambahkan bahwa setiap anggota Wantimpres memiliki kearifan serta perspektif unik dalam menelaah problematika kebangsaan. Meski nantinya para anggota dibagi ke dalam klaster bidang tertentu, batas kerja tersebut dipastikan tidak bersifat kaku.
Langkah ini diambil mengingat berbagai tantangan pemerintahan saling berkaitan antar-sektor, sehingga membutuhkan pendekatan lintas bidang (cross sectoral).
Inklusivitas jumlah anggota ini juga disokong oleh Wakil Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa. Ia menegaskan bahwa jumlah anggota yang tergolong besar tidak secara otomatis mengganggu efektivitas pengambilan keputusan maupun efisiensi proses pembahasan.
"Harapan publik kita bisa betul-betul memberikan nasihat dan pertimbangan yang berkualitas kepada Bapak Presiden agar betul-betul kita bisa membantu presiden," ujar Hatta Rajasa, Kamis (8/10/2026).
Rangkuman Argumen Pimpinan Wantimpres
| Pimpinan Wantimpres | Poin Penjelasan Utama |
| Pratikno (Ketua) | Keanggotaan variatif memperkaya kearifan dan masukan secara komprehensif. |
| Pratikno (Ketua) | Pembagian tugas bersifat fleksibel untuk penanganan isu cross sectoral. |
| Hatta Rajasa (Wakil Ketua) | Jumlah anggota besar tidak mengurangi efektivitas, melainkan memperdalam analisis. |
| Hatta Rajasa (Wakil Ketua) | Keberagaman latar belakang jadi modal utama penyusunan nasihat berkualitas. |