"Kita sebagai bentuk apa ya, kita mau sedekah ke masyarakat. Karena harga ayam tidak laku," keluh sang peternak.
"Ini Rp13.000 itu ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat," bebernya.
Andry menganggap, sebanyak 1.600 ekor ayam itu tak ada artinya apabila melihat realita harga di lapangan.
"Siapa pun boleh ambil. Ini cuma bentuk simbolis saja, 1.600 tidak ada artinya sebenarnya," ujarnya
"Kita membagikan supaya masyarakat yang lain tahu bahwa peternak ini hari ini sedang mengeluh, sedang sedih, mengalami kerugian cukup besar," jelas Andry.
Sudah 3 Bulan, Harga Telur Tak Stabil
Andry mengatakan, kondisi harga telur yang tidak stabil telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Saat ini, harga telur disebut berada di kisaran Rp22.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut masih di bawah harga yang ideal bagi peternak di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
"Per hari dipastikan peternak rugi Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilo telur hari ini," terang Andry.
"Bisa jutaan, bisa ratusan, bisa M (miliar). Tergantung populasi peternak masing-masing," imbuhnya.
Harga Ayam-Pakan Ikut Turun
Tak hanya harga telur, peternak juga menyoroti harga ayam afkir juga dinilai ikut turun.
Oleh sebab itu, peternak juga meminta pemerintah membantu penyerapan ayam afkir.
"Harga afkir itu turun di angka Rp13.000 sampai Rp14.000 (per kilogram)," sebut Andry.