"Dia mengajarkan bahwa sama pimpinan, sama kakak tertua layaknya takzim seorang anak, seorang adik, sama kakaknya cium pipi kanan cium pipi kiri jidat dan terakhir cium bibir.
Baca Juga: Serangan Brutal Geng Motor di Serpong, Pemuda Dibacok hingga Luka Parah!
Dan sebagai anak yatim yang tidak punya orang tua, mereka akan berpikir oh inilah cara kasih sayang seorang ayah sama anak," ungkap Dean.
Dengan pendekatan persuasif, Dean akhirnya berhasil membujuk para korban untuk menceritakan apa yang mereka alami.
"Sayang cerita, Bunda nggak akan cerita ke siapa-siapa'.
Baca Juga: KPK Ciduk Pejabat di Kalsel, Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa!
Ya udah kamu jujur, akhirnya dia cerita dengan bergetar dengan air mata yang nggak terbendung akhirnya dia bilang 'Saya disodomi sama pimpinan panti asuhan ini.
Lalu disodomi lagi, disodomi lagi, bahkan di 3-in'. Disodomi oleh pimpinan dan pengurus panti dan asisten ajudan-ajudannya," ungkap Dean.
Kisah pilu ini menjadi bukti bahwa kejahatan seksual bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang seharusnya menjadi tempat berlindung bagi anak-anak yang membutuhkan.
Panti asuhan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak yatim, justru menjadi tempat mereka mengalami trauma dan kekerasan seksual.
Kasus ini juga mengungkap sisi gelap dari dunia keagamaan, di mana oknum memanfaatkan agama untuk menutupi perbuatan keji mereka.
Kasus ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peka terhadap isu kekerasan seksual, khususnya terhadap anak-anak.
Baca Juga: Meski Disabilitas, Anak Anggota TNI di Deli Serdang Lolos Bintara Polri 2024
Kita perlu meningkatkan kesadaran dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak, terutama mereka yang berada di panti asuhan.