Simpatisan Varian Baru Kristen Muhammadiyah, Begini Kata Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim

photo author
Kamal Babay, Sulut Zone
- Minggu, 28 Mei 2023 | 16:03 WIB
Tentang buku kristen Muhammadiyah
Tentang buku kristen Muhammadiyah

Sulutzone.com - Bedah buku tentang Kristen Muhammadiyah digelar oleh Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut menarik perhatian publik di tanah air yang mengundang pro dan kontra disejumlah kalangan.

Baca Juga: Kristen Muhammadiyah: KrisMuha Simpatisan Varian Baru, ini Informasinya

Hal tersebut dilangsir dari laman resmi Muhammadiyah.or.id beberapa waktu melalui rilis resmi.

Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar bedah buku.

Buku Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan. Buku yang memotret fenomena ini merupakan buah penelitian dari Abdul Mu’ti dan Fajar Riza Ulhaq.

Baca Juga: Akibat Suap dan Gratifikasi, KPK: 371 Pengusaha Terjerat Korupsi

Acara bedah buku ini berlangsung di Kantor Kemendikbudristek, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (22/05).

Dalam bagian pendahuluan buku tersebut yang ditulis Haedar Nashir, dijelaskan bahwa penerbitan buku Krismuha ini telah membangkitkan kesadaran bersama bahwa keberagaman agama, suku, ras, dan kelompok tidak menghalangi kemampuan individu.

Untuk berkontribusi secara positif dalam kehidupan bersama, di mana pun mereka berada.

Baca Juga: Pembangunan Dermaga oleh PT PP EPC Retak-Retak, Diduga Tidak Sesuai Standar Tekhnis

Kemajemukan adalah Pelangi yang indah untuk merajut hidup toleran sarat penghormatan, perdamaian, dan saling memajukan,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang memberikan prolog pada buku tersebut.

Pembicara kunci dalam diskusi bedah buku ini tak lain adalah Mendikbudristek Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.

Menurutnya, karya ilmiah ini merupakan salah satu cara bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menganut nilai-nilai keberagaman, inklusivitas, dan bebas dari kekerasan, sebagai bentuk cinta terhadap lingkungan pendidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kamal Babay

Sumber: Muhammadiya.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X