Tragedi Tribun Ambruk di Kejurnas Drift Purwokerto: 75 Penonton Luka-Luka, IMI Pusat Gelar Evaluasi Total

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Kejurnas Drift Purwokerto, GOR Satria Purwokerto, IMI Pusat, Moreno Soeprapto, Sadewo Tri Lastiono, Polresta Banyumas, Kecelakaan Balap, Safety Balap Otomotif, Berita Banyumas (istimewa)
Kejurnas Drift Purwokerto, GOR Satria Purwokerto, IMI Pusat, Moreno Soeprapto, Sadewo Tri Lastiono, Polresta Banyumas, Kecelakaan Balap, Safety Balap Otomotif, Berita Banyumas (istimewa)

RINGKASAN BERITA

  • Insiden Tribun Ambruk: Tribun VIP ajang Speed Fest #2 Kejurnas Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto ambruk pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Jumlah Korban: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengonfirmasi total korban luka berat dan ringan mencapai 75 orang yang dilarikan ke enam rumah sakit.

  • Kronologi Kejadian: Tribun sudah bergoyang sejak pembukaan. Kepanikan dan pergeseran massa penonton saat pembagian merchandise memicu runtuhnya struktur tribun ke arah selatan.

  • Pernyataan Sikap IMI Pusat: Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto menegaskan penanganan medis korban hingga sembuh total menjadi prioritas utama, didampingi evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan (safety) balap nasional.

  • Update Perawatan Medis: Per 29 Juli 2026, tersisa 16 pasien yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara mayoritas korban luka lainnya telah diizinkan pulang.

Baca Juga: Viral Motor Sedang Balap Tabrak Penonton Pagar Hidup, Netizen Soroti Sirkuit Low Budget


PURWOKERTO — Perhelatan otomotif Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berujung duka. Struktur tribun VIP yang dipadati penonton mendadak ambruk pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut mengakibatkan puluhan warga mengalami luka-luka. Seluruh korban langsung dievakuasi ke enam rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Margono Soekarjo, RS Geriatri, dan RS Ananda.

"Total korban luka berat dan ringan sebanyak 75 orang. Saya sedang keliling ke semua rumah sakit mengajak tim penyelenggara untuk menyambangi dan mengecek kondisi korban," ujar Sadewo.

Kronologi Kejadian: Bergetar Sejak Pembukaan

Berdasarkan kesaksian salah seorang korban, Agus, tanda-tanda ketidakstabilan struktur tribun VIP sudah terasa sejak rangkaian acara pembukaan dimulai. Pergerakan tribun terdeteksi saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IMI dikumandangkan.

Situasi kian tidak terkendali saat panitia membagikan merchandise dengan cara dilempar ke arah tribun penonton. Aksi berebut barang tersebut memicu pergerakan massa secara mendadak hingga menyebabkan struktur panggung roboh ke arah selatan.

"Pas bagi-bagi merchandise kan dilempar. Orang dari atas pada turun, berdiri semua, rebutan. Panggung ambruknya ke arah selatan. Yang di tribun bagian selatan paling parah, kondisinya tertumpuk-tumpuk," ungkap Agus.

Respon IMI Pusat: Prioritas Korban dan Evaluasi Safety Total

Menanggapi musibah tersebut, Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) menyampaikan keprihatinan mendalam. Berdasarkan pembaruan data medis per 29 Juli 2026, tercatat tersisa 16 pasien yang masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, sementara mayoritas korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X