Kuasa Hukum: Bukan Bocor, tapi Perjuangan
Dalam kesempatan yang sama, Timotius menyebut korban sempat takut untuk melaporkan dengan alasan tindakan yang dilakukan para pelaku dianggap hal wajar.
"Korban merasa apabila dinaikkan ketika itu, apakah masyarakat akan menilai bahwa hal ini sangat wajar. Ini hal yang lumrah dilakukan dan korban didiskreditkan," jelasnya.
Di sisi lain, Timotius memastikan para korban telah berjuang untuk memberanikan diri bersuara terkait dugaan pelecehan yang dialami sejak 1,5 tahun lalu.
"Jadi jangan dianggap bocor (isi chat pelecehan dalam grup pelaku) yang tidak jelas. Ini perjuangan lebih dari 1,5 tahun lamanya," tegasnya.
Minta Kampus Beri Hukuman Setimpal
Setelah ramainya kasus ini, kuasa hukum korban mendesak agar pihak kampus untuk memberikan sanksi atau hukuman setimpal kepada para pelaku, yakni berupa drop out (DO).
Timotius menilai, para pelaku layak untuk disanksi semacam itu karena salah satunya telah menimbulkan rasa tidak aman bagi para warga kampus.
"Drop out merupakan sanksi yang diberikan ketika seorang mahasiswa dianggap tidak layak berkuliah di situ," terangnya.
"Alasannya banyak, mereka membuat perasaan tidak aman, dia berbahaya bagi mahasiswa lainnya, dapat mencederai nilai universitas. Saya rasa semua unsur itu sudah terpenuhi," imbuh Timotius.
27 Mahasiswi-Dosen Diduga Jadi Korban
Timotius mengungkapkan seluruh korban dugaan pelecehan sebanyak 27 orang dengan rincian 20 mahasiswi dan 7 dosen wanita.
"Korban saya yang saya wakili terdapat 20 orang. Itu baru yang saya wakili, semuanya mahasiswa. Dari unsur dosen, terakhir saya dengar ada 7 orang," bebernya.
Kendati demikian, Timotius mengungkapkan adanya kemungkinan korban akan terus bertambah karena diduga terdapat sejumlah orang yang belum tercatat dalam kasus ini.
Timotius menjelaskan, tidak tercatatnya korban lain karena adanya kemungkinan mereka tidak mengetahui dijadikan objek pelecehan seksual oleh para pelaku.
Artikel Terkait
Negara Hadir untuk Dea: Bupati Sitaro Serahkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta dari Menteri Maruarar Sirait
Menteri PKP Maruarar Sirait Gebrak Sulut: Program 3 Juta Rumah Fokus pada MBR dan ASN Muda
Raih Predikat Platinum di Nusantara CSR Awards 2026, Bukti Nyata PLN Suluttenggo Memimpin Dalam Transisi Energi
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Sulut Aman Pasca-Kecelakaan Mobil Tangki di Munte
Kehilangan Kendali di Tanjakan Munte, Truk Tangki BBM Terguling dan Tumpahkan 16.000 Liter Solar
Wujudkan Pengelolaan Sampah Modern, Pemprov Sulut Percepat Pembangunan Fasilitas PSEL Manado Raya
Viral Chat Diduga Grup Ortu Mahasiswa FH UI: Bela Anak dari Kasus Pelecehan hingga Mohon Tak Di-DO
Survei Poltracking: Tingkat Kepercayaan Publik kepada Prabowo Capai 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Sulut, Gubernur Yulius Gandeng PT Antam
Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership