MANADO, SULUTZONE.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan audiensi strategis dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Wadah Musrembang, di Manado pada 8 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Maruarar memaparkan strategi percepatan pembangunan rumah rakyat sebagai bagian dari implementasi program Asta Cita pemerintahan pusat.
Elaborasi: Darurat Backlog Perumahan
Kondisi perumahan nasional saat ini menghadapi tantangan besar dengan angka backlog kepemilikan yang mencapai 9,9 juta, di mana 78,87% di antaranya berada di wilayah perkotaan. Selain itu, tercatat 26,9 juta rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di berbagai wilayah.
Untuk Sulawesi Utara, pemerintah mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya sektor informal dan ASN golongan rendah yang belum memiliki hunian layak.
Explanation: Strategi "Gotong Royong" Membangun Rumah
Kementerian PKP memperkenalkan paradigma baru melalui program "Gotong Royong Membangun Rumah Untuk Rakyat". Strategi ini mencakup beberapa poin kunci:
-
Penyediaan Lahan Murah: Memanfaatkan lahan sitaan dari koruptor, lahan milik BUMN/BUMD, serta lahan negara yang belum optimal untuk menurunkan harga jual rumah.
-
Insentif dan Pembiayaan: Mendorong penurunan suku bunga KPR hingga di bawah 5% untuk MBR dan perpanjangan tenor cicilan guna meringankan beban masyarakat.
-
Standarisasi Desain: Menggunakan desain rumah tipe 36 dengan luas lahan minimal 60 m² hingga 72 m² yang terintegrasi dengan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan pasar.
-
Integrasi Kawasan: Di Manado, salah satu rencana pengembangan mencakup area strategis yang dekat dengan pusat aktivitas, seperti kawasan Paniki Dua yang memiliki aksesibilitas tinggi ke bandara dan fasilitas publik.
Target: Sejuta Rumah per Tahun
Menteri Maruarar Sirait menegaskan bahwa target pemerintah adalah membangun 3 juta rumah dalam satu periode pemerintahan, atau 1 juta rumah per tahun. Target ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga secara spesifik diperuntukkan bagi anggota TNI, Polri, dan ASN yang selama ini kesulitan memiliki rumah di area perkotaan.
"Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar menjadi hunian yang layak bagi rakyat yang membutuhkan," tegasnya dalam dokumen paparan tersebut. Melalui kolaborasi dengan Pemprov Sulut, diharapkan program ini dapat segera dieksekusi untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga di Bumi Nyiur Melambai.
***/Dede
Artikel Terkait
Babinsa Laksanakan Karya Bakti di Desa Binaan, Bantu Pembangunan Fisik Warga
Babinsa Koramil 1312-04/Rainis, Koptu Ewil Bawala Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Siswa SDK Kalvari Dapalan
Babinsa, Kakorotan Kopda Novriadi Laksanakan Pemantauan Aktivitas Penumpang di Dermaga Desa kakorotan
Sentuhan Hangat Babinsa di Tengah Sawah Ambela: Dengar Aspirasi, Bakar Semangat Petani
Buron Sejak 2024, Terpidana Kasus Perusakan Hutan Alfitzer Mongi Akhirnya Diringkus Tim Tabur Kejati Sulut
Kedua Orang Tua jadi Korban Banjir, Dea Pianaung Dapat 100 Juta dari Menteri PKP : Bupati Chyntia Salurkan Langsung
Sinergi Bupati Sitaro dan PLN: Perkuat Pasokan Listrik demi Akselerasi Ekonomi di Bumi Karangetang
Sulawesi Utara Cetak Kinerja Keuangan Solid di 2025: Ekonomi Tumbuh 5,66%, Lampaui Nasional
Terobosan Menteri Maruarar Sirait: Skema KPR Rusun Subsidi Kini Bisa 30 Tahun, Harga Jual di Jakarta CS Resmi Naik
Negara Hadir untuk Dea: Bupati Sitaro Serahkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta dari Menteri Maruarar Sirait