45 Juta Orang Terancam Kelaparan di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)

SulutZone.com, Jakarta – Ancaman krisis pangan global kembali menghantui dunia, seperti yang diperingatkan dalam laporan terbaru dari World Food Programme (WFP). 

Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut mencapai level rekor pada tahun 2026.

Jika konflik berkepanjangan dan harga energi dunia tetap tinggi, diperkirakan hampir 45 juta orang tambahan akan jatuh ke dalam kondisi rawan pangan akut.

Baca Juga: Jawab Kegelisahan Warga! Pemprov Sulut Pastikan Perbaikan Jalan Ir. Soekarno Sedang Berlangsung

Situasi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan kini menjadi isu strategis global yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.

Setiap Negara Harus Memperkuat Ketahanan Pangan Sendiri

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius, sehingga setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain.

"Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain," ujar Mentan Amran, Minggu (22/03/2026).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu inflasi pangan global seperti yang pernah terjadi saat perang Rusia–Ukraina pada tahun 2022.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. 

Baca Juga: Babinsa Koramil 1312-07/Miangas Bantu Cetak Batako Untuk Pembangunan Rumah Warga

Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.

"Kalau terjadi krisis global, terlebih permasalahan geopolitik dari Iran versus Amerika dan Israel, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri," kata Mentan Amran.

Indonesia di Jalur Tepat Menuju Kemandirian Pangan

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Percepatan Pembangunan KDKMP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X