JAKARTA, SULUTZONE.COM – Isu perombakan besar-besaran atau reshuffle pada Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto semakin berembus kencang. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa evaluasi performa satu tahun pemerintahan akan berujung pada pergantian sejumlah menteri pada Februari 2026 mendatang.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menyatakan bahwa langkah ini merupakan sebuah keniscayaan politik. Menurutnya, masyarakat saat ini sangat menantikan jajaran pembantu presiden yang bekerja secara nyata dan bukan sekadar representasi kepentingan partai.
“Publik merindukan menteri yang kinerjanya terasa, bukan yang hanya mengisi pos politik. Jika benar ada reshuffle, ini adalah momentum bagi Prabowo untuk membuktikan komitmennya,” ujar Jamiluddin (27/1/2026).
Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Pemulihan 93% Listrik Aceh Bukti Kolaborasi Kuat PLN Bersama Lintas Sektoral
10 Pejabat Terancam Terdepak
Spekulasi ini diperkuat oleh rilis evaluasi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Melalui metode expert judgment, CELIOS merilis daftar menteri dan kepala badan yang dianggap memiliki kinerja di bawah ekspektasi publik.
Dalam daftar tersebut, terdapat 10 nama yang dinilai paling rentan terkena evaluasi karena memiliki skor minus atau performa yang disorot tajam. Berikut adalah daftar 'Rapor Merah' tersebut:
| No | Nama Pejabat | Jabatan | Catatan/Skor Minus (CELIOS) |
| 1 | Bahlil Lahadalia | Menteri ESDM | -151 (Skor Minus Tertinggi) |
| 2 | Zulkifli Hasan | Menko Bidang Pangan | Kinerja Disorot |
| 3 | Natalius Pigai | Menteri HAM | Kinerja Disorot |
| 4 | Fadli Zon | Menteri Kebudayaan | Kinerja Disorot |
| 5 | Budiman Sudjatmiko | Kepala BP Pangkem | Kinerja Disorot |
| 6 | Dadan Hindayana | Kepala Badan Gizi Nasional | -81 |
| 7 | Raja Juli Antoni | Menteri Kehutanan | Kinerja Disorot |
| 8 | Widiyanti Putri W. | Menteri Pariwisata | Kinerja Disorot |
| 9 | Yandri Susanto | Menteri Desa & PDT | Kinerja Disorot |
| 10 | Nusron Wahid | Menteri ATR/BPN | Kinerja Disorot |
Baca Juga: Jadi Salah Satu Menteri dengan Kinerja Baik Versi ARCI, FORMID Nilai Kepemimpinan Bahlil Sangat Baik
Ujian Keberanian Presiden Prabowo
Jamiluddin menegaskan, tantangan terbesar Prabowo dalam reshuffle kali ini adalah keberanian untuk menyentuh figur-figur sentral dari koalisi besar. Nama-nama seperti Bahlil Lahadalia (Ketum Golkar) dan Zulkifli Hasan (Ketum PAN) menjadi ujian apakah integritas dan kompetensi benar-benar diletakkan di atas kepentingan politik.
“Prabowo idealnya tidak takut me-reshuffle menteri yang juga ketua umum partai besar jika memang performanya rendah. Begitu pula dengan menteri dari internal Gerindra sendiri agar kabinet ini benar-benar pro-rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: Bahlil: 2026 Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK
Mengapa Februari 2026?
Para analis melihat bulan Februari sebagai waktu strategis karena beberapa alasan:
-
Evaluasi Satu Tahun: Ritme dan kapabilitas menteri sudah teruji dalam siklus satu tahun anggaran.
-
Percepatan Target: Presiden memerlukan tim yang lebih solid untuk mengejar target swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi.
-
Trust Publik: Pergantian wajah-wajah bermasalah dianggap mampu mendongkrak kembali kepercayaan masyarakat.
Artikel Terkait
Direktur PT Satya Bajrah Gardapati di Tuntut 4 tahun 8 Bulan
Pertamina Patra Niaga dan Polda Sultra Perkuat Sinergi Distribusi BBM dan LPG
Pertamina Bagikan Ribuan Seragam untuk Anak Penyintas Bencana di Aceh dan Sumatra
Editorial - Jelang "Reshuffle" Birokrasi Sulut: Rekomendasi Strategis Kepemimpinan YSK-Victor di Gerbang Pasifik
Editorial - Gerindra Sulut Harus Berubah Jadi "Pintu Pertama" Pelayanan Rakyat!
Bupati Welly Titah Pasang Badan untuk Keadilan Korban Melonguane Talaud : Stabilitas Keamanan Harga Mati!
Jalan Rusak dan Berlubang Babinsa Bersama Warga Gotong royong Perbaiki jalan di Alude Talaud
Babinsa Koramil 1312-03/Beo : Kelurahan Beo Timur terus genjot Pembangunan KDKMP
Perkuat Sinergi Babinsa Koramil 1312-04/Rainis Hadiri Musrembang Desa Pulutan Utara Talaud
Polsek Beo Olah TKP Kasus Bunuh Diri di Desa Rae Selatan Talaud, Cairan Pestisida Jadi Barang Bukti