Sulutzone.com - Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sepanjang tahun 2025 lalu kembali menjadi sorotan di awal tahun 2026.
Pasalnya, sebagian pihak menilai, banyak perkara besar yang sempat mengemuka justru berhenti di tengah jalan, tanpa kejelasan arah penyelesaian.
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD melihat kondisi ini sebagai cermin persoalan politik hukum yang belum tertata dengan baik.
Dalam refleksi akhir tahun 2025, Mahfud menilai wacana pemberantasan korupsi kerap terdengar keras di ruang publik.
Narasi tentang keadilan dan ancaman bagi pelaku korupsi berulang kali disampaikan dalam berbagai forum resmi maupun pernyataan terbuka.
Kendati demikian, menurut Mahfud, pernyataan keras tidak selalu berbanding lurus dengan praktik hukum di lapangan.
Dalam konteks politik hukum, Mahfud menyebut hal ini diuji bukan seberapa lantang janji disampaikan, melainkan seberapa konsisten kebijakan dan tindakan dijalankan.
“Kalau komitmen dimaknai sebagai pernyataan dan janji, maka komitmen itu terlihat sangat kuat," kata Mahfud dalam unggahan YouTube Mahfud MD Official, pada Jumat, 2 Januari 2026.
"Hampir setiap hari pidato pidato berisi ancaman kepada koruptor dan penegasan bahwa hukum harus ditegakkan,” tambahnya.
Mahfud menekankan, ukuran keseriusan penegakan hukum seharusnya terlihat dari keberanian menindak kasus besar secara tuntas.
Di sinilah ia melihat persoalan utama. Begini sejumlah fakta yang dibeberkan Mahfud MD.
Sepak Terjang KPK di 2025
Sepanjang 2025, Mahfud menyoroti penanganan perkara korupsi di tingkat pusat dinilai belum menunjukkan terobosan berarti.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut Mahfud belum maksimal dalam membongkar kasus yang menyentuh kepentingan besar.
Artikel Terkait
Gerak Cepat! Gubernur Yulius Selvanus Instruksikan Bantuan Penuh untuk Korban Banjir Bandang Sitaro
"Wujud Sinergitas Sejati: Babinsa Koptu Yunius Ansiga Jadi Garda Terdepan Apel Perdana Rainis"
Sambut Arus Balik Nataru, PLN Mobile Permudah Pengguna Mobil Listrik dengan Fitur Baru AntreEV
Gerak Cepat! Ny. Anik Yulius Selvanus dan Pemprov Sulut Kirim Bantuan Besar-besaran untuk Korban Banjir Sitaro
Tangis Pecah di Bumi Karangetang: Pdt. Clau Jenifer Bangsa Kehilangan 5 Anggota Keluarga dalam Tragedi Banjir Bandang Siau
Cuaca Buruk, Hukum Tua Winangun Atas, Theo Herwanto Imbau Warga Waspada Longsor
PALAKAT PEMKAB SANGIHE : Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Dan Gelombang Tinggi
Panik Gempa Susulan, Momen Warga Bener Meriah Pilih Tidur di Teras Rumah
Kaleidoskop DPR 2025: Gejolak Tunjangan dan Gaji Anggota Dewan hingga Demo Akhir Agustus
Mengulik Tradisi dan Mitos Makan 12 Anggur di Bawah Meja saat Tahun Baru