Susno menyebut kondisi tersebut terjadi pada periode konflik besar antara Polri dan KPK yang dikenal sebagai kasus Cicak-Buaya tahun 2009-2010.
Bantahan Atas Tuduhan Menghancurkan KPK
Saat itu, Susno dituduh ingin melemahkan KPK. Namun, ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Menurut Susno, dirinya justru bersahabat dengan para petinggi KPK, termasuk Antasari Azhar dan Bibit Samad Rianto.
Mantan Kabareskrim itu juga mengaku turut meresmikan Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).
“Saya dikhianati, dituduh ingin menghancurkan KPK. Padahal saya sangat bersahabat dengan orang-orang KPK. Saya bahkan ikut menyusun Undang-Undang KPK,” jelasnya.
Pengakuan Susno kembali membuka diskusi publik mengenai dinamika Polri dan KPK pada masa lalu.
Cerita itu juga menunjukkan bagaimana konflik antarlembaga dan dinamika politik dapat berdampak besar pada perjalanan karier seorang perwira tinggi.***
Artikel Terkait
CC PLN 123 Raih 8 Penghargaan Global Contact Center World 2025 di Yunani
Pertamina Salurkan Bantuan Logistik dan Evakuasi Pekerja di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Pertamina Tancap Gas Pemulihan: 54 SPBE dan 556 Agen LPG Aktif Layani Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pertamina Dorong Pemulihan Akses: Pasok Bahan Bakar Non-Stop untuk Operasional Alat Berat Bencana Sumatra
Aksi Nyata Berikan Rasa Aman: Patroli Perintis Presisi Samapta Tak Kenal Lelah di Kepulauan Talaud
Ops Zebra Samrat 2025 di Talaud Berakhir: Puluhan Pelanggar Kena Sanksi, Motor Mendominasi!
Beredar Surat Bupati Aceh Tengah Akui Tak Mampu Atasi Bencana, Kepala BNPB: Jadi Lebih Kita Prioritaskan
Kisah 4 Kampung yang Tersapu Banjir Bandang di Aceh, Disebut Bak Tsunami Kedua usai Tragedi pada 2004 Silam
Tragedi di Sumatera Picu Desakan Status Bencana Nasional, Koalisi Sipil Soroti Transportasi yang Putus Total
Pantau Langsung Penanganan Banjir-Longsor di Sumut dan Aceh, Prabowo Pastikan Pasokan BBM Lancar ke Lokasi Bencana