Medan, 30 November 2025 – PT Pertamina (Persero) melalui operasi tanggap daruratnya menyalurkan bantuan logistik serta melakukan evakuasi terhadap pekerja dan keluarga Pertamina Group yang terdampak banjir di wilayah Aceh.
Bantuan dikirimkan setiap hari. Pada hari ini, Minggu (30/11) melalui empat kali penerbangan menggunakan armada milik anak usaha Pertamina, Pelita Air Service, dari Bandara Internasional Kualanamu, Medan menuju Pangkalan Susu dan Rantau di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Frekuensi pengiriman bantuan juga akan segera ditambah dan diperluas jangkauannya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyampaikan, pendistribusian bantuan ini merupakan komitmen Pertamina untuk cepat tanggap dalam mendukung penanganan bencana.
“Upaya tanggap darurat ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak dengan menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Baron.
Menurut Baron, Pertamina menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat bagi warga yang terdampak banjir meliputi makanan dan perlengkapan bayi dan perempuan, makanan siap saji, peralatan sehari-hari, obat-obatan, peralatan listrik, dan lain-lain.
Untuk mengangkut bantuan tersebut, Pertamina mengerahkan armada Pelita Air Service, menggunakan Heli B 412 kode PK-PUJ.
Baca Juga: CC PLN 123 Raih 8 Penghargaan Global Contact Center World 2025 di Yunani
Selain pendistribusian bantuan, Pertamina juga melakukan evakuasi terhadap pekerja dan anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan dan keselamatan akibat banjir di wilayah operasi Pertamina EP Field Pangkalan Susu dan Pertamina EP Field Rantau.
Hari ini, direncanakan 17 orang akan dievakuasi oleh Pelita Air menuju Medan untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lanjutan.
“Keselamatan masyarakat dan pekerja kami merupakan prioritas utama. Pertamina memastikan bantuan logistik tiba tepat waktu dan proses evakuasi berjalan aman,” ujar Baron.
Baron menambahkan, Pertamina terus memonitor kondisi di lapangan serta menyiagakan tim untuk percepatan penyaluran bantuan dan pemulihan operasional. Sebagai bagian dari BUMN Energi, Pertamina berkomitmen untuk melakukan langkah cepat dan terukur demi menjaga keselamatan masyarakat, pekerja, serta keberlangsungan pasokan energi di wilayah terdampak.
“Pertamina akan dan terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak, agar mendapat perlindungan dan penanganan terbaik. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar dapat mempercepat proses tanggap darurat di wilayah bencana,” pungkas Baron.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Artikel Terkait
Di Electricity Connect 2025, PLN Perkuat Ketahanan Energi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi
Bukan Sekadar "Sultan Baru", Sulut Penentu Keseimbangan Ekonomi Nasional
PLN Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan, Ajak Warga Jaga Jarak Aman dari Jaringan Listrik dan Antisipasi Potensi Bahaya Listrik
Indofood UI Ultra 2025 Hadir Lebih Meriah: Neon Glow Run
Diskusi Publik INDEF : “Menakar Potensi Danantara sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia”
Kasus KUR Fiktif Berulang di Bank Sumsel Babel, K-MAKI Desak OJK Audit Total: Jangan Jadi 'Sapi Ompong'!
Amankan Layanan Digital, Polda Sulut dan Bank SulutGo Teken MoU Sinergi Pengamanan Perbankan
Dukung Pariwisata dan Ekonomi Hijau, Pemerintah dan PLN Targetkan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Beroperasi di 2029
PLN Siap Jadi Offtaker Utama, Proyek 'Waste to Energy' Resmi Masuk RUPTL 2025–2034
CC PLN 123 Raih 8 Penghargaan Global Contact Center World 2025 di Yunani