Mantan Bupati Purwakarta itu pun menjelaskan, tujuan kebijakan tersebut justru untuk meringankan beban orang tua siswa.
Terlebih, Dedi mengklaim banyak warga di Bekasi yang terlilit pinjaman atau utang.
"Daripada mengurusi saya melarang wisuda? Jadi sebenarnya saya mengeluarkan kebijakan itu karena saya sayang sama orang tua siswa," tutur Dedi.
"Khususnya di Bekasi itu warganya sudah banyak yang menjadi pelanggan bank rentenir, pinjaman online, nanti justru kemiskinannya semakin meningkat," tandasnya.***
Artikel Terkait
AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H Hadiri Upacara Hardiknas dan Pembukaan POPDA Ke - IX Tingkat SD dan SMP Se - Talaud Tahun 2025
Peringatan Hardiknas di Manado: Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru
Polda Sulut Gebrak Tomohon, Panen Raya Jagung Dongkrak Ketahanan Pangan Nasional!
Meriahkan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, Pemkot Manado Dorong Penguatan Keluarga Lewat Program PKK
Talaud Kibarkan Semangat Pendidikan dan Olahraga, Pj. Bupati Manumpil Pimpin Hardiknas, Buka POPDA dengan Gemuruh "Sansiote Sampate Pate"
Talaud Gelar Peringatan Hardiknas 2025 dan Pembukaan POPDA Ke-IX dengan Semangat Kolaborasi
Pj. Bupati Talaud Fransiscus Manumpil Dampingi Siswa Ikuti "Gubernur Mengajar" di Momen Hardiknas 2025
Kabar Gembira untuk ASN Talaud: TTP Segera Cair, Usulan Sekolah Rakyat Menggema
Gubernur Sulut Pimpin Upacara Hardiknas dan Apresiasi Parade Pendidikan
Viral Kocak Warga Bogor Minta Damkar Tiup Lilin Bareng, Gegara Diputusin Pacar saat Ulang Tahun