internasional

Iran Ancam Arab Saudi, Juru Bicara Gedung Putih AS Sampaikan Ini

Rabu, 2 November 2022 | 16:34 WIB
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran

SULUTZONE - Iran dikabarkan melakukan pengancaman terhadap Arab Saudi yang menimbulkan ketegangan internasional.

Amerikan Serikat mendapatkan informasi bahwa akan terjadi serangan ke Arab Saudi.

Ancaman terhadap Arab Saudi tersebut diketahui oleh melalui saluran militer dan intelejen.

Baca Juga: Pemberlakuan Ganjil Genap di Bali 7 Hari Selama G20, Berikut Daftar Ruas Jalannya yang Wajib Diketahui

Amerika Serikat prihatin dengan ancaman dari Iran terhadap Arab Saudi dan tidak akan ragu untuk menanggapinya jika perlu, kata seorang juru bicara Gedung Putih pada Selasa, 01 November 2022.

"Kami prihatin dengan gambar ancaman itu, dan AS tetap berkomunikasi terus-menerus melalui saluran militer dan intelijen dengan Saudi," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, dilansir dari Antara.

"Kami tidak akan ragu untuk bertindak dalam membela kepentingan dan mitra kami di kawasan ini," katanya.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebabnya Kulit jadi Sensitif, Kamu Wajib Tahu!

Pejabat AS itu menyampaikan hal tersebut setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Arab Saudi telah berbagi informasi intelijen dengan Amerika Serikat untuk memperingatkan tentang sebuah serangan yang akan segera terjadi dari Iran terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi.

Amerika Serikat sebelumnya mengatakan bahwa Iran telah memasok Rusia dengan pesawat nirawak (drone) untuk digunakan dalam perangnya melawan Ukraina.

Dugaan penggunaan drone Iran --oleh Rusia untuk menyerang Ukraina-- mendorong Washington untuk mengesampingkan upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran, yang sempat ditinggalkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 2018.

Baca Juga: Ferdy Sambo Menyanggah pernyataan Kamaruddin Simanjuntak

Presiden Joe Biden dalam beberapa pekan terakhir telah berselisih dengan Arab Saudi setelah organisasi OPEC+ yang dipimpin Saudi memutuskan untuk memangkas produksi minyak.

Pengurangan produksi minyak oleh OPEC+ menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan harga bensin di Amerika Serikat. (***)

Tags

Terkini