“Jika kamu merindukannya, simpanlah dia di hatimu, seluruh keluarga kami berterima kasih atas cinta yang kamu miliki untuk Barbie,” pungkasnya.
Menurut laporan media setempat, guci tempat abu Barbie Hsu berwarna merah muda untuk mengenang karakternya yang selalu berjiwa muda.
Kabar lain juga menyebutkan jika abu kremasi akan disimpan di rumah, bukan di kolumbarium.
Kolumbarium sendiri merupakan bangunan atau dinding yang digunakan untuk menyimpan abu jenazah yang telah dikremasi.
Meninggalnya Barbie Hsu di Jepang karena pneumonia akut
Barbie Hsu meninggal dunia di usia 48 tahun saat sedang liburan di Jepang bersama dengan keluarganya.
CNA mengungkapkan jika kabar Barbie Hsu meninggal telah mendapatkan konfirmasi dari adiknya pada Minggu, 2 Februari 2025 waktu setempat.
“Selama liburan kami ke Jepang saat Imlek, kakak terbaik dan tersayang saya meninggalkan kita semua karena pneumonia yang disebabkan oleh flu,” ujar Dee Hsu, adik mendiang.
“Saya sangat bersyukur telah menjadi saudara perempuannya dalam kehidupan ini dan saya akan menghargai saat-saat kami saling mendukung dan peduli,” imbuhnya.
“Beristirahatlah dengan tenang, saya akan mencintaimu selamanya," tambahnya.
Selain sang adik, suami Barbie Hsu juga turut mengonfirmasi dalam pesannya kepada Ilgan Sports.
“Saya tidak baik-baik saja, ini bukan berita palsu,” ujar DJ Koo di awal pemberitaan meninggalnya sang istri.
Artikel Terkait
Rencana Trump Bangun Kembali Gaza yang Hancur Akibat Perang, Bakal Jadi 'Mar-A-Lago' versi Timur Tengah?
Kisruh Rencana AS Relokasi Warga Gaza, Warga Palestina Teguh Bertahan di Tanah Air Mereka Meski Kini Hancur Akibat Perang
Geliat AS Relokasi Warga Gaza Tuai Kontroversi: 3 Negara Ini Tolak Gagasan Trump-Netanyahu, dari China hingga Indonesia
Dampak Tarif 10% AS-China pada Industri Otomotif: Implikasi pada Produksi dan Harga Kendaraan