Pineleng, Minahasa—Warga di sejumlah desa di Kecamatan Pineleng, Minahasa, mengeluhkan pasokan air bersih yang tiba-tiba berhenti mengalir.
Kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan dan membuat warga terpaksa harus membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.
Sumber air yang berasal dari mata air Lahendong di Pineleng Dua tiba-tiba terputus, bukan karena kekeringan, melainkan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memotong pipa jaringan air. Desa yang paling terdampak adalah Pineleng Satu, Pineleng Dua, dan Pineleng Dua Indah.
Salah satu warga Pineleng Satu, mengungkapkan kekesalannya. "Sudah hampir sebulan, kami terpaksa harus membeli air galon untuk keperluan masak dan lain-lain," ujarnya.
Menurutnya, kondisi yang lebih sulit adalah untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus). "Urusan ke belakang itu yang lebih parah, membuat saya terpaksa menimba air dari sumber mata air terdekat," tambahnya. Keluhan ini juga dibenarkan oleh beberapa warga lainnya.
Menanggapi masalah ini, Ia meminta Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, untuk segera turun tangan. "Air merupakan kebutuhan primer kita. Jadi kami memohon jangan ada pembiaran dari pemerintah," tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan pasokan air bersih kembali normal secepatnya.
MarchoSky/Dede
Artikel Terkait
Erick Thohir Tepis Kritik Vanenburg, Janjikan Kesempatan Lebih untuk Pemain Timnas U-23 Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi langsung kritik pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, terkait minimnya menit bermain yang diperoleh para pem
Memahami Kode Hammurabi, Hukum Pertama atau Tertua di Dunia
Kode Hammurabi dan Taurat: Perbandingan Sistem Hukum Kuno
Pengertian Ilmu Negara Menurut Para Ahli: Sebuah Kajian Komprehensif
Semangat Kemerdekaan, PLN Hadirkan Terang Untuk Pendidikan, Nyalakan Listrik Gratis Melalui Program Light Up The Dream di SDN Oboy Bolmong
Tumbangnya Sri Mulyani: Ketika Poros Dunia Bergeser dari IMF ke BRICS
Buruh Kritik Keras Diskusi Ketenagakerjaan Disnakertrans Sulut: Dianggap Formalitas Tanpa Hasil Konkret
Kapolres Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho Jamin Ketahanan Pangan hingga Perbatasan, Gelar Gerakan Pangan Murah di Pulau Terluar
Kontroversi Perumda Pasar Manado: Pemecatan Sepihak hingga Dugaan Korupsi