Bentuk botol ini memiliki sejarah yang menarik. Pada awalnya, botol-botol Coca-Cola hanya bersisi lurus dan sederhana.
Namun, dengan munculnya pesaing yang meniru merek dagang Coca-Cola, Perusahaan Coca-Cola berusaha melindungi merek dagangnya dengan mengembangkan botol khusus yang mudah dikenali oleh konsumen.
Root Glass Company, sebuah perusahaan kaca di Terre Haute, Indiana, bekerja sama dengan Perusahaan Coca-Cola untuk mengembangkan desain botol yang unik.
Baca Juga: Henry Dunant, Sang Pendiri Palang Merah.
Pada tahun 1915, botol kontur Coca-Cola pertama kali diajukan patennya. Desain botol ini memiliki bentuk yang khas dengan garis kontur bergalur, yang memberikan pengalaman yang unik ketika dipegang dan memudahkan pengenalan merek Coca-Cola.
Seiring berjalannya waktu, botol kontur Coca-Cola telah menjadi simbol yang sangat dikenal.
Seniman seperti Andy Warhol dan Robert Rauschenberg bahkan menggunakan botol Coca-Cola dalam karya seni mereka.
Baca Juga: Simak Kolaborasi BI dan MUI
Botol ini telah menjadi bagian dari budaya populer dan tetap menjadi ikon merek Coca-Cola hingga saat ini.
Dampak Budaya Coca-Cola
Merek Coca-Cola tidak hanya terkenal karena minumannya, tetapi juga karena dampak budayanya.
Coca-Cola telah menjadi simbol budaya Amerika yang kuat. Iklan-iklan Coca-Cola yang kreatif dan lagu-lagu jingle yang ikonik telah mengikuti kita sepanjang hidup kita.
Baca Juga: Apa Yang Dibahas Konferensi ICFP-JCLI ke-2?
Banyak seniman terkenal telah menciptakan karya seni yang terinspirasi oleh Coca-Cola.
Andy Warhol, salah satu seniman populer, menggunakan botol Coca-Cola dalam karyanya dan menganggapnya sebagai simbol budaya massa.