"Selama saya 5 tahun bolak-balik di Saudi, tidak pernah menemukan harga mushaf Al-Quran seharga 80 Riyal. Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" tulis Randy dalam postingannya.
Randy merinci, harga rata-rata di toko berkisar 40-50 Riyal atau sekitar Rp180.000 hingga Rp200.000.
Di sisi lain, Randy meminta Taqy untuk membuktikan secara transparan 3000 mushaf yang diperoleh nya di Makkah dan Madinah ke publik.
"Berani tidak posting feed video dagangan Anda, polisi Makkah dan Madinah tinggal saya mention nanti," tandasnya.
Buntut dari kontroversi itu, kini undangan secara terbuka untuk tabayyun atau klarifikasi telah dilayangkan oleh Taqy Malik.
Undangan Secara Terbuka untuk Tabayyun
Dalam postingan Instagram @taqy_malik, pada Selasa, 17 Februari 2026, Taqy telah membagikan undangan tabayyun secara terbuka kepada Randy Permana.
Taqy mengajak Randy duduk bersama dalam forum live Instagram untuk meluruskan segala tuduhan, mulai dari mark up harga hingga isu distribusi wakaf.
"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa," tulis Taqy dalam surat terbukanya.
Taqy juga menjamin akan memfasilitasi forum tersebut agar berjalan bermartabat dan penuh tanggung jawab.
"Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran," tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari kedua pihak atas undangan tabayyun secara terbuka tersebut.*