Manado, Sulutzone.com - Nama Lynda Watania, Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, tengah menjadi perbincangan hangat setelah dirinya menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Minahasa di Jakarta pada 20 Februari 2024 lalu. Acara tersebut menuai kontroversi karena dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sertijab yang digelar di Jakarta tersebut hanya dihadiri oleh Penjabat Bupati Minahasa, Noudy Tendenan, dan Lynda Watania sendiri, yang mewakili Bupati, serta beberapa pejabat teras Pemerintahan Kabupaten Minahasa.
Hal ini memicu polemik di tengah masyarakat dan media. Untuk meredam kontroversi, Lynda Watania kembali menggelar Sertijab di Tondano pada 1 Maret 2024, yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Minahasa terpilih, Robby Dondokambey dan Vanda Sarundajang dan beberapa undangan lainnya. Meski sudah tidak bersamaan dengan Paripurna DPRD, seperti dilakukan daerah lainnya.
Selain kontroversi Sertijab, harta kekayaan Lynda Watania juga menjadi sorotan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 4 Maret 2024, harta kekayaan Lynda Watania mencapai Rp 10.145.050.000 untuk tahun periodik 2023.
Harta kekayaan Lynda Watania meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 8.050.000.000, alat transportasi dan mesin senilai Rp 750.000.000, harta bergerak lainnya senilai Rp 845.000.000, serta kas dan setara kas senilai Rp 500.050.000.
Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan laporan sebelumnya pada tahun periodik 2022, di mana harta kekayaannya tercatat sekitar Rp 2,4 miliar. Sewaktu dirinya menjabat Kadis Dukcapil-KB Provinsi Sulut.
Baca Juga: Riviva Maringka Curhat Terkait Sertijab di Jakarta, Ini Isinya
Lynda Watania dikenal sebagai birokrat perempuan berpengalaman di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1988 ini telah menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain Kepala Biro Kepegawaian, Kepala Biro Organisasi, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil-KB).
Ia dilantik menjadi Sekda Minahasa pada 27 Februari 2023 lalu.
***