Riviva Maringka Curhat Terkait Sertijab di Jakarta, Ini Isinya

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 13 Maret 2025 | 09:50 WIB
Suasana Sertijab Bupati Minahasa Ala Sekda Lynda Wantania (Istimewa)
Suasana Sertijab Bupati Minahasa Ala Sekda Lynda Wantania (Istimewa)
 

Manado, Sulutzone.com -- Beredar isi chat yang diduga merupakan percakapan antara Asisten I Pemkab Minahasa, Riviva Maringka dan Penjabat Bupati Minahasa, Noudy Tendean. Terkait masalah serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Minahasa yang digelar di Jakarta, pada 20 Februari 2025 lalu, yang diklaim Sekertaris Daerah (Sekda) Lynda Watania, sebagai sertijab yang sah.

Dalam chat tersebut, Riviva Maringka menyatakan bahwa dirinya hanyalah staf yang menjalankan perintah pimpinan.

Isi chat tersebut berbunyi:

"Selamat pagi, minta maaf. Mungkin Pak Noudy pasti lebih tahu. Saya hanya Asisten yang meneruskan perintah Pimpinan. Saya hanya Staf, yang menjalankan tugas. Tapi soal sabotase, percayalah saya ndak sejauh itu. Di Jakarta waktu Saya hubungi Pak Noudy untuk bertemu di GI, sudah saya konfirmasikan dgn Ibu Sekda substansinya, termasuk nantinya di acara kemudian kalau Bupati dan Wakil Bupati sudah ada di Minahasa, nanti juga akan mengundang Pak Noudy. (Mungkin Pak Noudy masih ingat waktu kita makan, karena itu yang disampaikan Pimpinan kepada saya). Ini yang bisa meyakinkan saya untuk menghubungi Pak Noudy di GI. Selanjutnya, pada waktu beberapa hari sebelum acara di Wale Ne Tou, ketika malam Pak Noudy telepon saya menyangkut undangan dan serah terima, besoknya saya langsung sampaikan ke Ibu Sekda dan teman-teman yang menangani undangan. Sampai hari Rabu saya masih konfirmasikan untuk undangan ke Pak Noudy, tapi saya tidak berkekuatan untuk memaksakan kemauan sendiri. Saya cuma Asisten/Staf, masih ada Pimpinan yang berkewenangan. Mohon maaf atas kealpaan saya, terima kasih."

Ketika disambangi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu untuk dimintai keterangan terkait isi chat tersebut, Riviva Maringka tidak berada di kantor. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa ia sedang menjalankan tugas di luar daerah.

Sebelumya dikabarkan bahwa Riviva kuat dugaan menjadi aktor intelektual dalam aksi nekat Sertijab diluar ketentuan yang berlaku dari para Pejabat teras di Mianahasa ini, karena menjadi orang yang mengundang melalui telepon kepada Penjabat Bupati Minahasa.

Namun dari informasi yang didapat, Noudy Tendean telah bermaaf-maafan dengan Maringka secara langsung di Sertijab Tondano.

Diketahui juga, sampai detik ini pernyataan Lynda Watania yang menyebutkan bahwa isu terkait tidak adanya sertijab adalah hoax atau isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena dirinya dan beberapa pejabat telah menggelar Sertijab Bupati pada 20 Februari 2025 di East Quarter Mal Grand Indonesia, Jakarta, yang dimuat dibeberapa media ternama di Sulut, masih kekeh dipegangnya sebagai kebenaran. Meski sudah digelarnya Sertijab baru yang sesuai peraturan yang berlaku di Tondano pada 10 Maret 2025.

Dugaan bahwa Watania masih kekeh memegang pernyataannya atas Sertijab di Jakarta adalah benar, dapat dibuktikan dengan tidak adanya permohonan maaf secara terbuka kepada Mantan Penjabat Bupati Minahasa. Bahkan parahnya lagi diduga tidak adanya rilis resmi dari Pemerintahan Kabupaten Minahasa tentang kegiatan Sertijab yang digelar di Kantor Bupati Minahasa di Tondano, pada 10 Maret 2025. Hanya foto-foto dokumentasi. Meski sertijab itu dihadiri langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Kabupaten Minahasa, Maya Kainde. 

Diketahui, Sertijab Bupati dapat digelar di Tondano adalah atas atensi langsung Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Ini menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang baik dan disiplin ASN.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X