Siapakah Tony Tanos? "9 Naga Sulut" yang Tersorot di Tragedi Sario, Manado

photo author
admin, Sulut Zone
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:54 WIB
Sosok Tony Tanos saat didampingi Olly Dondokambey di depan jenasah Cucu tersayangnya Joel Tanos (Istimewa)
Sosok Tony Tanos saat didampingi Olly Dondokambey di depan jenasah Cucu tersayangnya Joel Tanos (Istimewa)

MANADO – Nama Tony Tanos, pengusaha konstruksi terkemuka di Sulawesi Utara, mendadak menjadi sorotan publik menyusul tewasnya sang cucu, Joel Alberto Tanos (18), dalam kasus penikaman di Manado. Joel meninggal dunia pada Senin, 4 Agustus 2025, setelah terlibat perkelahian yang berujung tragis di sebuah rumah di Kecamatan Sario.

Tony Tanos dikenal luas sebagai sosok berpengaruh yang dijuluki "9 Naga Sulut". Julukan ini, yang bukan merupakan organisasi resmi, adalah metafora publik untuk menggambarkan individu atau keluarga dengan kekuasaan, kekayaan, dan pengaruh besar di berbagai sektor, baik bisnis maupun sosial, di Sulawesi Utara. Sebutan "naga" menyiratkan jejaring kuat dan aset yang melimpah.

Penguasa Bisnis Konstruksi di Indonesia Timur

Tony Tanos mengendalikan bisnis konstruksi di kawasan Indonesia Timur melalui perusahaannya, PT Marga Dwita Guna. Berdiri sejak tahun 1993, perusahaan ini telah mengerjakan berbagai proyek besar di Manado, mulai dari pembangunan gedung, fasilitas pendidikan, dermaga, hingga jalan dan jembatan.

Berdasarkan laman resmi perusahaan, PT Marga Dwita Guna telah melewati berbagai krisis ekonomi selama puluhan tahun. Rekam jejaknya sangat mentereng dengan lebih dari 100 proyek besar yang berhasil diselesaikan, serta mengantongi segudang sertifikasi internasional, seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan ISO 37001.

Kronologi Kematian Joel Tanos

Kasus kematian Joel Alberto Tanos berawal dari kecurigaannya terhadap sang kekasih yang tak kunjung pulang. Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menjelaskan, Joel mendatangi sebuah rumah di Jalan Sion, Kecamatan Sario, setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan kekasihnya. Di sana, ia terkejut melihat kekasihnya bersama dua pria, berinisial AMR alias Abdul (29) dan ES alias Ervan (27).

"Adu mulut terjadi antara salah satu pelaku dengan korban hingga berujung perkelahian," ujar Kombes Pol Irham Halid.

Di tengah perkelahian, salah satu rekan pacar Joel, yang diketahui merupakan residivis kasus pembunuhan, mencabut pisau. "Melihat temannya sedang berkelahi dengan korban, pelaku lainnya mencabut pisau lalu menikam dada kiri, leher depan korban," tambah Kapolresta.

Joel sempat dilarikan ke RS Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong karena luka parah yang dideritanya. Meskipun keluarga Joel, menurut kabar, telah memaafkan pelaku, publik tetap mendesak agar proses hukum terus berjalan. Pemakaman Joel digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, dan dihadiri oleh sejumlah petinggi di Manado.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketua Bemnus Tolak Pilkada Dipilih DPRD

Senin, 26 Januari 2026 | 11:58 WIB
X