MANADO – Nama Tony Tanos, pengusaha konstruksi terkemuka di Sulawesi Utara, mendadak menjadi sorotan publik menyusul tewasnya sang cucu, Joel Alberto Tanos (18), dalam kasus penikaman di Manado. Joel meninggal dunia pada Senin, 4 Agustus 2025, setelah terlibat perkelahian yang berujung tragis di sebuah rumah di Kecamatan Sario.
Tony Tanos dikenal luas sebagai sosok berpengaruh yang dijuluki "9 Naga Sulut". Julukan ini, yang bukan merupakan organisasi resmi, adalah metafora publik untuk menggambarkan individu atau keluarga dengan kekuasaan, kekayaan, dan pengaruh besar di berbagai sektor, baik bisnis maupun sosial, di Sulawesi Utara. Sebutan "naga" menyiratkan jejaring kuat dan aset yang melimpah.
Penguasa Bisnis Konstruksi di Indonesia Timur
Tony Tanos mengendalikan bisnis konstruksi di kawasan Indonesia Timur melalui perusahaannya, PT Marga Dwita Guna. Berdiri sejak tahun 1993, perusahaan ini telah mengerjakan berbagai proyek besar di Manado, mulai dari pembangunan gedung, fasilitas pendidikan, dermaga, hingga jalan dan jembatan.
Berdasarkan laman resmi perusahaan, PT Marga Dwita Guna telah melewati berbagai krisis ekonomi selama puluhan tahun. Rekam jejaknya sangat mentereng dengan lebih dari 100 proyek besar yang berhasil diselesaikan, serta mengantongi segudang sertifikasi internasional, seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan ISO 37001.
Kronologi Kematian Joel Tanos
Kasus kematian Joel Alberto Tanos berawal dari kecurigaannya terhadap sang kekasih yang tak kunjung pulang. Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menjelaskan, Joel mendatangi sebuah rumah di Jalan Sion, Kecamatan Sario, setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan kekasihnya. Di sana, ia terkejut melihat kekasihnya bersama dua pria, berinisial AMR alias Abdul (29) dan ES alias Ervan (27).
"Adu mulut terjadi antara salah satu pelaku dengan korban hingga berujung perkelahian," ujar Kombes Pol Irham Halid.
Di tengah perkelahian, salah satu rekan pacar Joel, yang diketahui merupakan residivis kasus pembunuhan, mencabut pisau. "Melihat temannya sedang berkelahi dengan korban, pelaku lainnya mencabut pisau lalu menikam dada kiri, leher depan korban," tambah Kapolresta.
Joel sempat dilarikan ke RS Bhayangkara, namun nyawanya tidak tertolong karena luka parah yang dideritanya. Meskipun keluarga Joel, menurut kabar, telah memaafkan pelaku, publik tetap mendesak agar proses hukum terus berjalan. Pemakaman Joel digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, dan dihadiri oleh sejumlah petinggi di Manado.
Artikel Terkait
Kapolres AKBP Arie Sulistyo Nugroho Pimpin Sertijab 8 Perwira di Lingkup Polres Talaud
Listrik 24 Jam di Pulau Gangga dan Talise: PLN Wujudkan Pemerataan Energi
Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Peningkatan Layanan Listrik di Pulau Gangga dan Talise
PLN Wujudkan Mimpi Masyarakat Gangga dan Talise, Listrik Kini Menyala 24 Jam
Danantara Satukan PLN – Pertamina, Keduanya Teken Kerja Sama Pengembangan Energi Panas Bumi Nasional
Konsumsi Listrik Nasional Tumbuh, PLN Catat Penjualan 155,62 TWh di Semester I 2025
PLN Terangi SDN 13 di Donggala Sulteng dengan Inovasi SuperSun
Bertemakan Light Up The Dream, YBM Bersama Srikandi PLN UP3 Gorontalo Salurkan Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis Untuk Yayasan Rumah Yatim
Catat! Ini Tanggal dan Lokasi PLN Electric RUN 2025
Terusan Suez: Saksi Bisu Peradaban Lintas Benua di Mesir