Editorial Oleh: Dedy Manlesu (Pemimpin Umum Sulutzone.com)
Kota Manado bukan lagi sekadar titik singgah bagi wisatawan yang hendak ke Bunaken. Hari ini, jika Anda berdiri di bahu jalan kawasan Business on Boulevard (BoB) saat senja mulai jatuh, ada atmosfer berbeda yang merayap di sela-sela hembusan angin pantai. Deretan lampu jalan yang estetik, jalur pedestrian yang lebar dan ramah difabel, hingga kehadiran moda transportasi massal yang tertata menciptakan sebuah ilusi visual yang kuat: Manado sedang bersolek menuju standar kota metropolitan global. Tak berlebihan jika banyak yang berbisik, Manado sedikit lagi menyerupai Seoul, Korea Selatan.
Wajah Baru di Gerbang Pasifik
Sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, Manado memikul beban sebagai "Etalase Sulut". Jika wajah Manado kusam, maka persepsi terhadap seluruh provinsi akan ikut meredup. Namun, di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang (AARS), kita melihat sebuah transformasi yang bukan sekadar kosmetik.
Landscape dan Infrastruktur: Jantung Kota yang Berdetak Lebih Cepat
Penataan infrastruktur yang dilakukan saat ini mencerminkan visi jangka panjang. Fokus pada perbaikan drainase untuk mengatasi masalah klasik banjir, sinkronisasi kabel bawah tanah, hingga pengaspalan jalan yang merata adalah fondasi dari "Kota Modern". Namun, yang paling mencolok adalah revolusi jalur pedestrian.
Dulu, trotoar di Manado hanyalah sisa ruang yang seringkali diokupasi oleh pedagang atau parkir liar. Kini, mengikuti blue print pengembangan kawasan BoB, jalur pedestrian telah berubah menjadi ruang publik yang inklusif. Material berkualitas tinggi, penempatan vegetasi yang tepat, dan pencahayaan yang dramatis membuat kawasan ini terasa hidup 24 jam. Transformasi ini sangat mirip dengan penataan kawasan Gangnam atau Myeong-dong di Seoul, di mana pejalan kaki diberikan kedaulatan penuh di atas aspal.
Bus Trans Manado: Kepingan Puzzle Transportasi Modern
Jika infrastruktur pedestrian adalah "kulit" yang mempercantik kota, maka kehadiran Bus Trans Manado adalah "urat nadi" yang menghidupkan ekosistem urban. Di Seoul, pergerakan jutaan orang setiap harinya bergantung pada ketepatan waktu bus dan kereta. Manado kini mulai mengadopsi nafas yang sama.
Kehadiran bus ini bukan sekadar menambah jumlah armada, melainkan sebuah pernyataan berani bahwa Manado siap meninggalkan era transportasi konvensional yang semrawut menuju sistem yang terintegrasi, nyaman, dan bermartabat.
Budaya Baru: Fasilitas AC dan kebersihan standar tinggi pada Bus Trans Manado memberikan opsi bagi kelas menengah untuk berpindah dari mobil pribadi.
Artikel Terkait
Redam Keresahan Penambang, Gubernur YSK Gandeng Pegadaian: Kami Hadir Membela Rakyat!
Rayakan Cap Go Meh 2577, Gubernur YSK Tabuh Gong Pembuka
Dukung UMKM di Bulan Ramadan, Bank SulutGo Gelar "Ngabuburit KUR Fest 2026" di Manado
Menuju Kayuwatu Lebih Baik, Jois Pelawiten Prioritaskan UMKM, Pertanian dan Air Bersih
Wujudkan Sekolah Impian, Babinsa Koramil 1312-04/Rainis Talaud Sulap Lingkungan Desa Ammat Jadi Asri
Bahu-Membahu, Serka Alex Kelyombar Dampingi Siswa SMPN 1 SATAP Nanusa Talaud dalam Giat Kerja Bakti Rutin
Lagi-lagi Berulah, RSUP Prof Kandou Tak Mau Bayar Lunas ke Kontraktor Meski Proyek Sudah 100% Sejak 2025
Kapolres Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho Bersama Wabup dan Forkopimda Talaud Pantau Harga Bahan Pokok
Jarang Diketahui, Bekatul Beras Merah Ternyata Punya Potensi Membantu Menjaga Kolesterol
Rocky Wowor: Kepemimpinan Setahun Yulius-Victor Torehkan Kebijakan Populis