MANADO, SulutZone.com – Kawasan Pecinan Manado mendadak menjadi lautan manusia pada Selasa (3/3/2026).
Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi meriah Cap Go Meh atau Goan Siau Imlek 2577 yang menjadi simbol kerukunan di Sulawesi Utara.
Acara dibuka secara simbolis dengan tabuhan gong oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus (YSK), yang didampingi oleh Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay SH MH. Suasana penuh kegembiraan langsung terasa saat dentuman gong menggema, menandai dimulainya atraksi budaya tahunan tersebut.
Perayaan ini turut dihadiri oleh deretan pejabat teras, di antaranya Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama istri, Legislator Sulut Irene Angouw-Pinontoan, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, serta Sekda Manado dr. Steaven Dandel. Tampak hadir pula Konsul Filipina di Manado, Kapolresta Manado, Plt. Kadis Kominfo Pemprov Sulut Denny Mangala, serta jajaran Staf Khusus Gubernur.
Baca Juga: Cap Go Meh Manado 2026: Rute, Sejarah, dan Makna di Balik Pasiar Tapikong
Dalam sambutannya, Gubernur YSK mengungkapkan rasa bangganya dapat berdiri di tengah masyarakat Manado dalam momen bersejarah ini. Ia pun menyampaikan doa terbaik bagi seluruh warga yang merayakan.
“Saya merasa terhormat sekali bisa berdiri di sini memberikan sambutan kali pertama,” ujar Gubernur YSK dengan antusias.
“Harapan kami, agar semua masyarakat yang merayakan Cap Go Meh diberkati oleh Tuhan sang Pemilik kehidupan. Kiranya juga banyak rezeki serta bahagia selalu menjadi bagian kita semua,” tambahnya usai menabuh gong.
Selepas pembukaan, penonton disuguhi aksi lincah usungan Tang Sin dari berbagai klenteng di Manado. Sorak-sorai pecah saat penari Barongsai maju ke panggung utama untuk melakukan atraksi.
Puncak kemeriahan terjadi ketika Gubernur YSK bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota berdiri di depan panggung untuk membagikan Ang Pao (amplop merah berisi uang) kepada para penari sebagai bentuk apresiasi dan berbagi berkah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan banyak selamat kepada masyarakat Tionghoa,” tegas Gubernur menutup penyampaiannya.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini kembali mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi, di mana keberagaman dirayakan dengan doa, hiburan, dan kebersamaan.
***
Artikel Terkait
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Ditlantas Polda Sulut Terima Kunjungan Belajar TK Bukit Moria Malalayang.
Wujudkan Pantai Asri, Babinsa Jonly Sarean dan Warga Melonguane Talaud Kompak Gelar Karya Bakti
Perkuat Karakter Bangsa, Babinsa Kabaruan Jalin Sinergi dengan Guru SD Desa Pangeran Talaud
Babinsa Koramil 1312-03/BeoTerus Laksanakan Pendampingan Pendistribusian Makan Bergizi Gratis Ke Sekolah-Sekolah
Aksi Simpatik Unit Pantera: Tebar Kebaikan Lewat Bagi Takjil di Masjid Jabal Rahman Melonguane Talaud
Kapolres Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho dan Forkopimda Gelar Safari Ramadhan di Masjid Nurul Jihad Bawunian
Gaji Pertama Bingung Buat Apa? Tablet 5 Jutaan Ini Rahasia First Jobber 'Sat-Set' di Kantor!
Keren! PLN UP3 Kotamobagu Sabet Penghargaan Zero Accident dari Gubernur Sulut, Ini Rahasianya!
PT. HWR Bawa "Sial" ke Toko Emas di Sulut, Kejati Geledah 5 Toko
Redam Keresahan Penambang, Gubernur YSK Gandeng Pegadaian: Kami Hadir Membela Rakyat!