Oleh: Ibrahim Tular dan Teman-Teman Pejuang Pendirian Kota Tomohon
Buku berjudul Tomohon Menuju Kota karya Judie J. Turambi, SH, yang diklaim sebagai catatan sejarah pembentukan Kota Tomohon, bukanlah sekadar karya tulis biasa. Bagi kami, buku ini merupakan sebuah upaya yang meresahkan karena dinilai sengaja memutarbalikkan fakta sejarah. Sebagai pelaku sejarah yang terlibat langsung dalam perjuangan mendirikan Kota Tomohon, kami merasa wajib bersuara demi meluruskan narasi yang tidak benar tersebut.
Minim Bukti Konkret dan Penghilangan Tokoh Kunci
Sebuah karya sejarah seharusnya tidak hanya bersandar pada narasi tulisan semata, melainkan wajib didukung oleh bukti-bukti konkret seperti foto dokumentasi dan surat-surat resmi. Namun, apa yang kami temukan dalam buku ini justru sebaliknya: narasi tanpa dukungan bukti valid.
Hal yang paling menyakitkan adalah dugaan kuat bahwa penulis sengaja menghilangkan peran sejumlah tokoh kunci. Beberapa nama besar yang seolah "terhapus" dari sejarah versi Turambi antara lain:
Drs. Karel Senduk: Mantan Bupati Minahasa (ayah kandung Walikota Tomohon saat ini, Caroll J.A. Senduk, SH).
Prof. Turang: Mantan Rektor UNIMA.
Boy Tangkawarou: Mantan PJ Walikota Tomohon.
Peran mereka adalah pilar penting yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan berdirinya Kota Tomohon. Menghilangkan nama-nama tersebut merupakan bentuk ketidakadilan sejarah yang tidak bisa dibiarkan.
Pola Ketidakakuratan yang Berulang
Kritik kami bukan tanpa dasar. Penulis diketahui pernah menggelar kegiatan serupa sekitar 3 atau 4 tahun lalu dengan narasi yang mirip. Buku terbarunya pun dinilai tidak mengalami perubahan dalam hal akurasi fakta. Kami melihat ini bukan sekadar kesalahan penulisan biasa, melainkan pola yang berulang.
Muncul pula dugaan adanya motif tertentu di balik bedah buku ini, mengingat acara tersebut digelar tak lama setelah HUT Kota Tomohon pada 27 Januari 2026. Penulis, yang juga mengaku sebagai wartawan, melalui medianya pernah membangun narasi bahwa pembentukan Kota Tomohon adalah peran mantan Bupati Minahasa almarhum Drs. Dolvie Tanor dan Jefferson Rumajar.
Menurut pemahaman kami, posisi Drs. Dolvie Tanor sebagai Bupati dan Jefferson Rumajar sebagai anggota DPRD saat itu hanyalah menjalankan tugas sesuai undang-undang untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat, bukan sebagai "pejuang sejati" dalam pembentukan kota.
Tinjauan Psikologis: Sensation Seeking dan Confirmation Bias
Artikel Terkait
BREAKING NEWS: AS dan Israel Serang Iran, Dunia Khawatir Konflik Meluas
Penyegaran Birokrasi: Bupati Welly Titah Lantik 47 Pejabat di Lingkungan Pemkab Talaud
BREAKING: Pemimpin Tertinggi Iran Dilaporkan Tewas, Ini Fakta dan Status Konfirmasinya
Perkuat Birokrasi di Perbatasan, Bupati Talaud, Welly Titah Lantik 47 Pejabat dan 2 Plt Kepala OPD
Hadir Bersama Warga Jemaat Dalam Ibadah Minggu, Babinsa Koramil 1312-02/Lirung Talaud, Serka Alton Gumolung Ajak Warga Jaga Toleransi Antar Umat
Babinsa Koramil 1312-08/Mlg, Serda.Jenri.Thomas Ikuti Ibadah Minggu di Gereja Paradise Taman Kasih Melonguane Talaud
Personil Polsek Miangas Talaud Bersihkan Lahan Jagung Ketahanan Pangan
Kapolsek Gemeh Talaud Pimpin Penanaman Jagung Dukung Swasembada Pangan
Polsek Lirung Talaud Amankan Ibadah Salat Tarawih Masjid Al-Anzhar
Tim Kerja PKB GMIM Matius Pineleng 2026 Resmi Dilantik, Siap Kobarkan Semangat Melayani