Anggaran Turun Drastis, BPJN Sulut Tetap Targetkan Kemantapan Jalan 98 Persen

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 19 Januari 2026 | 23:24 WIB
Anggaran BPJN Sulut Menyusut ke Rp130 Miliar, (Dok. Sulutzone/AI)
Anggaran BPJN Sulut Menyusut ke Rp130 Miliar, (Dok. Sulutzone/AI)

Anggaran Menyusut ke Rp130 Miliar, BPJN Wilayah I Sulut Putar Otak Jaga Kemantapan Jalan Tetap 98 Persen

MANADO, SULUTZONE.COM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur meski harus menghadapi tantangan efisiensi anggaran yang cukup signifikan di tahun 2026.

Kepala Satker PJN Wilayah I, Ringgo Radetyo, mengungkapkan bahwa saat ini tingkat kemantapan jalan di wilayah kerjanya telah mencapai 98 persen dari total panjang jalan 638 kilometer.

Tantangan Efisiensi Anggaran yang Signifikan

Ringgo membeberkan adanya tren penurunan anggaran yang dikelola dalam tiga tahun terakhir. Penurunan ini menuntut Satker PJN Wilayah I untuk bekerja lebih ekstra dan adaptif.

  • Tahun 2024: Rp400 Miliar lebih

  • Tahun 2025: Rp241 Miliar

  • Tahun 2026: Rp130 Miliar

"Di tahun 2026 ini, kami mengelola sebanyak Rp130 miliar. Walaupun terdampak efisiensi, kami akan bekerja optimal untuk menjaga tingkat kemantapan jalan dengan kondisi anggaran yang ada," ujar Ringgo di Manado, Selasa (20/01/2026).

Baca Juga: Gubernur Yulius Selvanus: Direct Call Sulut Magnet Investasi Baru di Kawasan Sulampua

Strategi Mencegah Kerusakan Jalan

Dengan anggaran yang terbatas, fokus utama Satker PJN Wilayah I adalah melakukan pencegahan degradasi kualitas aspal. Ringgo menyoroti beberapa titik yang mulai mengalami penurunan kondisi, seperti ruas jalan di Rumbia (Kabupaten Minahasa) dan Kema (Kabupaten Minahasa Utara).

"Jalan dengan kondisi kemantapan sedang memiliki potensi turun menjadi rusak berat atau ringan. Minimal, kita jaga agar yang kondisi baik tidak turun ke sedang, dan yang sedang tidak turun ke rusak berat," jelasnya.

Prioritas dan Pembangunan Baru

Meski anggaran menyusut, Ringgo memastikan bahwa di wilayah kerjanya sudah tidak ada lagi ruas jalan tanah. Seluruh akses telah beraspal, dan fokus saat ini beralih pada pemeliharaan serta pembangunan ruas jalan baru jika diperlukan.

"Pastinya kita akan bekerja optimal dan adaptif. Anggaran yang tersedia akan dimaksimalkan untuk menjaga kenyamanan masyarakat pengguna jalan di Sulawesi Utara," pungkasnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X