MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mempertegas komitmennya untuk menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai simpul utama logistik Indonesia Timur. Melalui layanan direct call (pelayaran langsung) internasional, Bitung diproyeksikan menjadi gerbang utama ekspor menuju kawasan Asia Pasifik.
Langkah strategis ini dibahas tuntas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub" yang digelar di Aula GKN Manado, Senin (19/1/2026).
Efisiensi Waktu dan Biaya Logistik
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, yang hadir bersama Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, SH. MH, mengungkapkan bahwa potensi ekspor dari kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) sangat besar, yakni mencapai USD 25–30 miliar per tahun.
Namun, selama ini eksportir masih bergantung pada pelabuhan di Pulau Jawa, yang mengakibatkan biaya logistik membengkak dan waktu pengiriman yang lama.
"Dengan adanya direct call dari Bitung, waktu pelayaran ke negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok bisa dipangkas drastis dari 25–30 hari menjadi hanya 7–10 hari," ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Selain efisiensi waktu, kebijakan ini diklaim mampu menurunkan biaya logistik hingga 30 persen, yang secara otomatis akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Baca Juga: Hama Tikus Serang Sawah, Babinsa Ambela Talaud Turun Tangan Bantu Petani Padi
Dukungan Internasional dan Strategi Nasional
Senada dengan Gubernur, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menilai pembukaan jalur Bitung–Tiongkok adalah terobosan vital. Menurutnya, jalur ini akan memperkuat posisi Indonesia Timur dalam rantai pasok regional Asia Timur serta menarik minat investor baru di sektor industri.
Pengembangan Pelabuhan Bitung kini bukan lagi sekadar agenda daerah, melainkan telah menjadi strategi nasional untuk memperkuat posisi geopolitik dan ekonomi Indonesia di Pasifik.
Harapan Pelaku Usaha
Para eksportir dan pelaku usaha logistik yang hadir dalam forum tersebut berharap agar layanan direct call ini dapat segera beroperasi secara reguler dan konsisten. Kepastian jadwal pelayaran menjadi kunci utama agar efisiensi usaha benar-benar dapat dirasakan oleh para pelaku ekonomi di kawasan Sulampua.
Dengan transformasi ini, Sulawesi Utara optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan dan mewujudkan mimpi menjadi pusat logistik global di bibir Pasifik.
Informasi Ringkas Transformasi Pelabuhan Bitung:
| Aspek | Kondisi Lama (via Jawa) | Kondisi Baru (Direct Call Bitung) |
| Waktu Tempuh | 25 – 30 Hari | 7 – 10 Hari |
| Biaya Logistik | Tinggi (Standar Nasional) | Turun hingga 30% |
| Cakupan Wilayah | Seluruh Indonesia | Sulampua ke Asia Pasifik |
***
Artikel Terkait
"Sinergi Militer dan Ilmu Pengetahuan Talaud : Langkah Nyata TNI AD Menuju Indonesia Emas"
Babinsa Koramil 1312-08/Melonguane Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Jemaat Germita Siloam"
Lebih Dekat dengan Rakyat: Momen Kehangatan Babinsa Sertu Alprit Ibadah Bersama Warga Pangeran Talaud
Sinergi di Perbatasan: Babinsa Miangas Talaud Kawal Kelancaran Ibadah Rutin Mingguan
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Refleksi Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto
Pusat Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali: Mengukuhkan Desa sebagai Ujung Tombak Indonesia Emas 2045
Uji Adrenalin di Zhengzhou: BYD Resmikan Sirkuit All-Terrain Khusus Kendaraan Listrik Terbesar
Hama Tikus Serang Sawah, Babinsa Ambela Talaud Turun Tangan Bantu Petani Padi
"Tugas Luar Daerah Bukan Hambatan, Dandim Talaud, Letkol Arh. Yanuar Yudistira Pastikan Disiplin Anggota Tetap Terjaga"
Pimpin Upacara Kesadaran Nasional, Kompol Krestman Mulalinda Tekankan Penegakan Hukum Profesional di Tanah Porodisa