LANGOWAN, SULUTZONE.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Langowan Selatan menuai kritik tajam dari masyarakat. Panitia, yang merupakan bagian dari Pemerintah Langowan Selatan, dinilai bekerja setengah hati dan tidak mendengarkan aspirasi warga, terutama terkait jadwal kegiatan yang terkesan berantakan.
Sejumlah masyarakat mengeluhkan jadwal perayaan yang berlangsung selama beberapa hari. Hal ini bertentangan dengan tradisi yang sudah lama berjalan, di mana kegiatan inti seperti upacara bendera, gerak jalan, dan marching band dipusatkan pada satu hari, yakni 17 Agustus.
"Kami sudah voting di media sosial, tapi sepertinya panitia tidak peduli," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. "Orang tua jadi kelabakan, harus mempersiapkan anak-anak untuk berbagai kegiatan selama beberapa hari, padahal biaya dan waktu terbatas."
Selain jadwal yang dinilai tidak efisien, sorotan juga tertuju pada kondisi panggung penghormatan yang terkesan asal-asalan. "Nentau ley ini panitia siap ato nda, selama hidop baru ini lia panggung penghormatan rupa cuma asal kase badiri bagitu," keluh salah satu masyarakat.
Kondisi ini memicu pro dan kontra di media sosial, khususnya di grup "Wonderful Langowan". Bahkan, seorang Hukum Tua (Kepala Desa) sampai mempertanyakan langsung kepada Camat Langowan Selatan sebagai penanggung jawab panitia untuk meminta klarifikasi terkait berbagai keluhan masyarakat ini. Publik kini menanti penjelasan dari pemerintah setempat atas kegaduhan yang terjadi.
Jimmy
Artikel Terkait
Angouw-Sualang Hadiri Paripurna DPRD Manado, Simak Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Sadis! ART Bunuh Majikan karena Gaji, Sempat Kirim Teror Pembunuhan!
PLN Sukseskan Tomohon International Flower Festival 2025 dan Pastikan Pasokan Listrik Aman
Wakil Bupati, Anisya Gretsya Bambungan, SE Hadiri Rapat Paripurna DPRD Untuk Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI.
Istana Imbau Masyarakat Hentikan Aktivitas 3 Menit Selama Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2025
Bupati Pati Sudewo Kembalikan Uang Korupsi DJKA, KPK Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut
Menkes Buka Suara soal Intimidasi Dokter di RSUD Sekayu, Kemenkes Siap Beri Bantuan Hukum
WAMI Klaim Telah Lakukan Audit Rutin, Merespons Desakan Ari Lasso dan Menkumham
Didukung PB IDI dan Kemenkes, Dokter Syahpri Akan Bawa Kasus Kekerasan di RSUD Sekayu ke Jalur Hukum
Kapolres Talaud, AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, SIK, MH Hadiri Rapat Paripurna DPRD Mendengarkan Pidato Presiden RI di Peringatan HUT ke-80