Stok Beras Sulut Aman hingga 2026, Gubernur Yulius: "Awas Penimbun!"

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Rabu, 16 Juli 2025 | 13:19 WIB
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus (Dede/sulutzonecom)
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus (Dede/sulutzonecom)

MANADO, sulutzone.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menegaskan bahwa stok beras di daerah ini dalam kondisi aman dan terkendali hingga Maret 2026.

Pernyataan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang perayaan tradisi Pengucapan.

Dalam konferensi pers pada Rabu (16/07/25), setelah melantik Sekertaris Daerah Sulut, Gubernur Yulius mengakui adanya defisit produksi beras lokal.

"Produksi sawah kita hanya sekitar 120 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi mencapai 270 ribu ton per tahun," jelasnya. "Ini berarti ada kekurangan 150 ribu ton, namun Bulog siap mencukupi kebutuhan tersebut."

Gubernur juga menyoroti masalah alih fungsi lahan pertanian yang berdampak signifikan pada produksi.

"Lebih dari 6.000 hektare sawah kita sudah beralih fungsi untuk komoditas lain seperti nilam, yang tentu saja mengurangi kapasitas produksi beras kita," ungkapnya.

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Pengucapan
Menjelang tradisi Pengucapan, Gubernur Yulius mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan.

"Mencari keuntungan itu wajar, tapi jangan sampai keterlaluan dan malah menyusahkan masyarakat," tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau, pemerintah provinsi bersama Bulog akan terus melakukan intervensi pasar.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, stok kita aman," imbuh Yulius.

Pemerintah Provinsi Sulut juga rutin mengadakan operasi pasar dan menghadirkan kios-kios ketahanan pangan di berbagai titik.

Bulog pun terus menggelar operasi pasar, bahkan memberikan diskon khusus di lokasi-lokasi yang masyarakatnya kurang mampu.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X