MANADO, sulutzonecom - Ketua Umum Genpi Minut, Benhard Holderman, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi pariwisata berbasis budaya di Sulawesi Utara. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sulutzone.com, Holderman menegaskan bahwa Sulawesi Utara kalah jauh dari Tana Toraja dalam memanfaatkan kekayaan budayanya untuk sektor pariwisata.
Baca Juga: Terobosan Udara: Penerbangan Langsung Manado-Toraja Buka Gerbang Wisata Baru di Indonesia Timur!
Menurut Holderman, yang akrab disapa Tuama, kekalahan ini bukan tanpa alasan. Ia menuding adanya "tangan-tangan jahil pemerintah" yang menjadikan ritus dan tradisi suci hanya sebagai seremonial belaka. "Padahal ini adalah tradisi suci, anugerah yang diberikan Sang Khalik kepada leluhur dan sampai generasi kita ini," ujarnya.
Ia mencontohkan, praktik pemberian gelar adat dan upacara adat yang diatur sedemikian rupa untuk kepentingan sekelompok orang, alih-alih muncul secara lahiriah dari kehidupan masyarakat adat.
Holderman berpendapat bahwa keterlibatan para pemangku jabatan kerap mendiskreditkan nilai-nilai kearifan lokal. "Sulut sekarang ini kehilangan pijakan, identitas, serta jati diri," tegasnya.
Baca Juga: Optimis Dengan Konektivitas Wisata Manado-Toraja, Wagub Victor : Kita Punya Kesamaan
Ia membandingkan dengan Tana Toraja, di mana tradisi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan dijaga bersama. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti konkret mengapa pariwisata berbasis budaya di Toraja jauh lebih maju.
"Bagaimana dengan Sulawesi Utara? Adakah tradisi yang dipelihara bersama? Situs-situs penanda peradaban seperti waruga dan lain-lain dibongkar mengatasnamakan pembangunan," kritiknya. Ia merasa keresahannya mewakili seluruh masyarakat adat di Sulawesi Utara.
Holderman berpesan kepada pemerintah agar membiarkan masyarakat adat menjalankan tradisinya. "Kalau pun ingin membantu, bantu untuk jaga bersama bukan mengatur tata caranya (setingan)," pintanya.
Ia mengakui kecintaannya pada daerah sendiri, namun meminta agar semua pihak tidak munafik. "Buka mata, buka telinga, tradisi itu bisa menunjang sektor pariwisata," serunya.
Artikel Terkait
Menteri Wihaji Ajak Para Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, ASN Diizinkan Berangkat Siang ke Kantor
Kabar Gembira Pergi ke Eropa, WNI Kini Bakal Lebih Mudah Dapatkan Visa Schengen Multi-Entry
Terkait Proses Rekrutmen Anggota Polri, Polda Sulut : Dilakukan Secara Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis
Setelah RK, Helmy Yahya Jadi Korban Pesawat Super Air Jet yang Delay di Banyuwangi: Pikirkan Kepentingan Penumpang
Polri Bongkar Jaringan Internasional TPPO Bermodus Admin Kripto di Myanmar, Dua Tersangka Ditetapkan
HUT ke-402 Kota Manado, Anggota DPRD Nathanael Pepah Ajak Masyarakat Dukung Penuh Kepemimpinan AARS
Pedangdut Yunita Ababiel Meninggal karena Kanker Payudara, sang Anak Ungkap Mendiang Tak Pernah Cerita Tentang Kondisinya
Ahmad Dhani Ungkap Alasan Laporkan Lita Gading soal Dugaan Perundungan terhadap SA
Pandangan Psikolog soal Kondisi SA yang Disebut Masih Murung Imbas Dugaan Perundungan di Medsos
Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Siap Bantu Seragam hingga Buku untuk Siswa Kurang Mampu