"Tetapi bila ada masalah dalam dunia pers, maka itu menjadi kewajiban kita semua menyelesaikannya secara bersama-sama," ujarnya.
Hasanuddin mengatakan, dunia pers sejauh ini didominasi oleh pengusaha sebagai pemilik media.
Kondisi tersebut menimbulkan irisan kuat ketimpangan antara kepentingan korporasi dengan kepentingan publik yang ujungnya berdampak pada kesejahteraan jurnalisnya.
Hasanuddin pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, seperti pemerintah, DPR RI, serta industri media, agar duduk bersama mencari solusi konkret demi meningkatkan kesejahteraan hidup maupun perlindungan bagi seluruh insan pers di Indonesia.
(Dede)
Artikel Terkait
Kepala Desa Rusoh Talaud, Yufather Mangindudu Salurkan BLT untuk Kebutuhan Warga
Gelar MPLS, SMK Negeri 3 Manado Sambut 500 Lebih Siswa Baru
Utusan Jamintel Kejagung RI Pasiar di Kantor Gubernur, Kumpul Semua Kadis Kominfo se-Sulut
Ngeri Artis Ini Terkunci di Kamar Mandi Selama 40 Menit Saat Syuting Film Selepas Tahlil
Epy Kusnandar Berwasiat Dimakamkan Berdampingan dengan Ibunya di Garut, Cerita Dibalik Film Selepas Tahlil
Siap Tayang 10 Juli 2025 Jakarta, Film Selepas Tahlil: Teror Dimulai dari Rumah Sendiri
Bupati dan Ketua TP-PKK Minahasa Hadiri Rakernas dan Puncak Peringatan HKG PKK ke-53 di Samarinda
FKUB Minahasa Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan, Wabup Vanda Sarundajang Pimpin Rapat Koordinasi
Polsek Gemeh Talaud Laksanakan Pengamanan Pertandingan Sepak Bola Sahentimbang Cup 2025
Wakili Kapolres Talaud, Wakapolres Kompol. Kretsman Mulalinda. S.Pd, MH Hadiri Penanaman Jagung Serentak Kuartal III