Manado -- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Manado sukses menggelar Diskusi Publik bertajuk "Menakar Arah Pembangunan Sulawesi Utara: Agenda Pemerintah dan Realitas Hidup Rakyat" pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di De’Kersen Manado.
Kegiatan ini menjadi ruang terbuka pertama yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk membahas arah pembangunan Sulut di tengah berbagai persoalan struktural yang dihadapi rakyat.
Diskusi ini menghadirkan Kepala BAPPEDA Provinsi Sulawesi Utara, Elvira M. Katuuk, ST, ME, yang memaparkan arah pembangunan jangka menengah pemerintah provinsi ke depan. Hadir pula Dr. Michael Mamentu, MA (pengamat politik/akademisi FISIP Unsrat) serta Nono S.A. Sumampouw (antropolog dan peneliti), yang membedah pembangunan Sulut dari perspektif ilmiah dan empiris berbasis data.
Ketua DPC GMNI Manado, Hizkia Rantung, membuka acara sekaligus menyampaikan keynote speech, menegaskan bahwa diskusi ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan intervensi politik rakyat untuk memastikan arah pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kecil.
"Kami melihat bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dan proyek, tetapi tentang keadilan, akses, dan partisipasi. GMNI Manado hadir untuk mengawal agar suara rakyat terutama petani, nelayan, buruh, mahasiswa, dan masyarakat pinggiran tidak diabaikan dalam proses pembangunan,” tegas Hizkia.
Diskusi ini menjadi forum penting untuk membedah bagaimana arah pembangunan Sulut ke depan dirancang, serta sejauh mana ia menjawab problem-problem struktural yang masih membayangi:
Angka pengangguran terbuka, terutama di kalangan generasi muda,
Persoalan agraria dan eksploitasi ruang lewat reklamasi dan pertambangan,
Ketimpangan harga komoditas di sektor pertanian dan lemahnya dukungan pasar,
Akses pendidikan dan kesehatan yang belum merata, serta ketertinggalan wilayah kepulauan dan perbatasan.
Menariknya, seluruh narasumber memaparkan materi berbasis data dan riset aktual, yang memperkuat posisi diskusi sebagai forum reflektif dan evaluatif terhadap capaian pembangunan sebelumnya sekaligus menawarkan arah koreksi di masa mendatang.
Baca Juga: GMNI Manado Vs GMNI Manado, Beda Pandangan Terkait 100 Hari Kerja Yulius Selvanus
Artikel Terkait
Menpan-RB Tegaskan WFA ASN: Opsional, Bukan Mandat Mutlak
Akui Kekosongan Duta Besar di Beberapa Negara Adalah Kelalaian, Menlu Sugiono Siap Setor Nama Calon Dubes ke DPR
Warga dan PT. MSM Memanas: Jalan Longsor Picu Konflik Akses di Bitung-Likupang
Tom Lembong Klaim BUMN Untung dari Kebijakan Impor Gula, Hanya Satu Swasta yang Merugi
Skandal Impor Gula: Tom Lembong Ungkap 'Utang Warisan' Rachmat Gobel, Klaim Gula Dipinjam dari Swasta untuk Operasi Pasar
Mengungkap Detail Suzuki Fronx: Pesona Desain Elegan dan Fitur Unggulan, Tapi Ada Apa Saja Kekurangannya?
Robot K-9 Curi Perhatian di HUT Bhayangkara ke-79: Hormat ke Prabowo Hingga Lacak Bom
Indonesia Nihil Serangan Teror Sejak 2023, Kapolri: 8 Ribu Eks Anggota JI Kembali ke NKRI
Bobby Nasution Mengaku Siap Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dinas PUPR Sumut
6 Calon Dubes RI yang Jalani Tes di Parlemen, Ada Adik Luhut hingga Menko Era Jokowi