Warga dan PT. MSM Memanas: Jalan Longsor Picu Konflik Akses di Bitung-Likupang

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 20:31 WIB
Pertikaian Warga dengan pihak PT. MSM (Ss facebook)
Pertikaian Warga dengan pihak PT. MSM (Ss facebook)

Minahasa Utara, Sulawesi Utara – Konflik antara warga dan PT. Meares Soputan Mining (MSM) kembali memanas setelah insiden longsornya Jalan Trans Bitung-Likupang.

Warga menuding longsor tersebut adalah dampak langsung dari aktivitas pertambangan PT. MSM, memicu kemarahan dan penolakan terhadap solusi yang ditawarkan perusahaan.

Melalui unggahan di media sosial yang viral, akun Facebook Herry Frangky Coloay membeberkan kronologi pertikaian ini.

Menurut postingan tersebut, setelah jalan utama longsor, pihak PT. MSM menawarkan pembangunan jalan baru dan meminta warga untuk menggunakannya. Namun, usulan ini ditolak mentah-mentah oleh masyarakat.

SS Postingan di Facebook Pettikaiam Warga dengan PT. MSM
SS Postingan di Facebook Pettikaiam Warga dengan PT. MSM

"Kami dari masyarakat menolak untuk ikut jalan baru," tulis Herry Frangky Coloay dalam unggahannya. Alasannya jelas, "Apabila semua ikut jalan baru kampung kami jadi jalan buntu."

Kekhawatiran warga ini beralasan, karena perubahan akses jalan dikhawatirkan akan mengisolasi permukiman mereka dan membatasi mobilitas sehari-hari.

Baca Juga: PT HWR Keluhkan Kendala Produksi Akibat Sengketa Lahan di Ratatotok, Terutama Konflik dengan Ci Gin

Permasalahan ini menambah daftar panjang konflik antara masyarakat lokal dan PT. MSM di Minahasa Utara. Sebelumnya, perusahaan tambang emas ini kerap disorot terkait isu pencemaran lingkungan, kerusakan lahan pertanian, hingga ingkar janji terhadap komitmen dengan warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT. MSM mengenai tuntutan dan penolakan warga terkait insiden longsor dan rencana jalan baru ini.

Masyarakat berharap ada solusi yang adil dan mempertimbangkan keberlangsungan hidup serta akses mereka, tanpa harus mengorbankan kondisi kampung menjadi "jalan buntu".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X