Manado, sulutzone.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay (YSK-VICTORY) saat ini tengah intensif membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2030.
Pembahasan ini melibatkan instansi terkait bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulut, dengan visi mewujudkan "Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan."
Dalam 100 hari kerja pertamanya, duet YSK-VICTORY diklaim telah menuntaskan berbagai kebijakan penting terkait pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan. Kebijakan ini disinergikan dengan program strategis nasional.
Menariknya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Sulawesi Utara menjadi satu-satunya provinsi yang mengembalikan anggaran efisiensi untuk mendukung program prioritas nasional di daerah.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung swasembada pertanian, antara lain melalui pembangunan areal persawahan baru, khususnya padi ladang, dan pembangunan irigasi di wilayah Bolaang Mongondow Raya serta sebagian besar Minahasa.
Penyesuaian anggaran ini akan dilakukan melalui pergeseran anggaran dan APBD-Perubahan. Selain itu, pengembangan industri perikanan juga tengah digalakkan, bahkan kebijakan khusus untuk membangkitkan kembali sektor ini telah dijalankan.
Kepala Dinas Steven Liow menjelaskan bahwa sektor pertanian, perikanan, pariwisata, pertambangan, kesehatan, dan pendidikan selama ini menghadapi banyak hambatan akibat regulasi yang kurang mendukung.
Namun, permasalahan regulasi ini sedang dalam proses penuntasan.
"Jangan kaget jika banyak menteri yang akan datang ke Sulawesi Utara," ujarnya.
Steven Liow menanggapi pandangan sebagian kalangan, termasuk GMNI, yang mungkin melihat tim YSK-VICTORY terkesan banyak rapat dan acara seremonial.
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut keliru.
"Justru rapat-rapat yang kami lakukan adalah rapat penting dan strategis, dari jam 7 pagi hingga jam 3 subuh," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Tim YSK-VICTORY, baik staf khusus maupun Kepala SKPD, sering pulang larut malam untuk menuntaskan program percepatan pembangunan.
"Secara pribadi, saya selaku kepala dinas saat ini sering tidur larut malam bersama teman-teman seperti Pak Sekprov dan para asisten. Mengapa? Karena tuntutan kerja kita sangat tinggi oleh Beliau (Gubernur dan Wakil Gubernur)," ungkap Steven Liow.
Artikel Terkait
Ganjar Pranowo Ungkap Peluang Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati: "Nasi Gorengnya Belum Dimakan!"
Sri Mulyani Kunjungi Nduga, Papua: Pertama Kali Menteri Keuangan Masuk Zona Rawan Konflik
Gubernur Elisa Kambu Bantah Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag: ‘Video Viral Itu Hoaks!’
Mata Pedih, Kepala Cenat-cenut? Ini Rahasia Dokter Mata Biar Mata Lo Tetep On Point!
Lagu "Moraoy": Harmoni Alam dan Kearifan Lokal dari Bolaang Mongondow
Militer AS Turunkan Marinir di Los Angeles: Eskalasi Ketegangan Sosial di California
Perjuangan Seorang Remaja Mengayuh Sepeda untuk Bertemu Gubernur Jabar demi Pendidikan, Viral di Media Sosial!
Presiden Prabowo Cabut Izin Usaha Tambang 4 Perusahaan di Raja Ampat
Gubernur Dedi Mulyadi dan Gubernur Sherly Tjoanda Tertawa Bersama dalam Kunjungan yang Viral di Lembur Pakuan
Tiket Ludes dalam 10 Menit, JFA Minta Maaf karena Salah Pilih Stadion untuk Suporter Indonesia