Saat ini, Pemprov Sulut juga bersyukur karena bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah mulai membahas Tata Ruang Provinsi Sulawesi Utara.
"Ini adalah pijakan kita dalam mempercepat pembangunan di Sulawesi Utara, seperti saat ini masalah jalan rusak. Hal ini terbagi jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten/Kota, ini akan terlihat dalam tata ruang. Termasuk pemeliharaan jalan," jelasnya.
Dengan demikian, Steven Liow menyatakan bahwa YSK-VICTORY "lagi on the track dengan kecepatan tinggi."
Ia menekankan pentingnya memulai dari regulasi agar tidak terjebak dalam melangkah dan memastikan setiap kebijakan patuh pada aturan serta tidak keluar dari jalur.
Menanggapi perbandingan dengan kepemimpinan gubernur di provinsi lain, seperti Jawa Barat atau Maluku Utara, Steven Liow mempersilakan, namun ia mengingatkan agar tidak menyamakan setiap arah, meskipun tujuannya pasti sama: menyejahterakan rakyat.
"Gaya kepemimpinan berbeda, jadi jangan terlalu tendensius dan jangan subjektif. Tunggu saja kejutan yang pasti itu ada," pungkasnya.
Steven Liow juga menyatakan kesiapannya untuk debat terbuka dengan GMNI pada Rabu mendatang, di mana ia akan menyampaikan data dan fakta terkait 100 Hari Kerja YSK-VICTORY.
***
Artikel Terkait
Ganjar Pranowo Ungkap Peluang Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati: "Nasi Gorengnya Belum Dimakan!"
Sri Mulyani Kunjungi Nduga, Papua: Pertama Kali Menteri Keuangan Masuk Zona Rawan Konflik
Gubernur Elisa Kambu Bantah Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag: ‘Video Viral Itu Hoaks!’
Mata Pedih, Kepala Cenat-cenut? Ini Rahasia Dokter Mata Biar Mata Lo Tetep On Point!
Lagu "Moraoy": Harmoni Alam dan Kearifan Lokal dari Bolaang Mongondow
Militer AS Turunkan Marinir di Los Angeles: Eskalasi Ketegangan Sosial di California
Perjuangan Seorang Remaja Mengayuh Sepeda untuk Bertemu Gubernur Jabar demi Pendidikan, Viral di Media Sosial!
Presiden Prabowo Cabut Izin Usaha Tambang 4 Perusahaan di Raja Ampat
Gubernur Dedi Mulyadi dan Gubernur Sherly Tjoanda Tertawa Bersama dalam Kunjungan yang Viral di Lembur Pakuan
Tiket Ludes dalam 10 Menit, JFA Minta Maaf karena Salah Pilih Stadion untuk Suporter Indonesia