Elly Lasut Tinggalkan "Hutang" di Talaud, Ratusan Kades Demo Tuntut Gaji 9 Bulan Dicairkan

photo author
Nelson Sangadi, Sulut Zone
- Selasa, 5 November 2024 | 00:13 WIB
Ratusa Perangkat Desa di Talaud Demo di Kantor Bupati, Minta Gaji 9 Bulan dibayarkan (Nelson Sangadi)
Ratusa Perangkat Desa di Talaud Demo di Kantor Bupati, Minta Gaji 9 Bulan dibayarkan (Nelson Sangadi)

Talaud, Sulut Zone -- Calon Gubernur Sulawesi Utara, Elly Lasut ternyata masih meninggalkan "hutang" di Kabupaten Talaud.

Hutang yang dimaksud adalah saat Elly menjabat Bupati Talaud ternyata belum membayar gaji serta operasional Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang biasa digolongkan pada Penghasilan Tetap (Siltap), yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) kurang lebih selama 9 bulan.

Hal ini terungkap ketika ratusan pendemo yang terdiri dari Kepala Desa, BPD dan perangkat desa dengan dinaungi Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) mendatangi Kantor Bupati Kepulauan Talaud, Senin (04/11/2024) pagi.

Salah satu perwakilan massa, yakni Kepala Desa Sawang, Mulyadi Maratade, mengungkapkan dalam orasinya, bahwa kehadiran mereka untuk menuntut hak atas kewajiban mereka yang sudah dilaksanakan.

Baca Juga: Gunung Lewotobi di Flores Meletus, 9 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

“Kami sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami selama sembilan bulan, tetapi sampai dengan saat ini, kami tidak dibayarkan. Yaitu gaji dari kepala desa, perangkat desa dan BPD,” teriak Mulyadi.

Dia merasa miris, tugas mulia kepala desa di Kabupaten Kepulauan Talaud yang turut menjaga tapal batas NKRI, tetapi kesejahteraannya tidak diperhatikan.

“Kami ini hanya ular, karena dikasih makan enam bulan satu kali,” teriaknya lagi, sambil meminta Penjabat Bupati Kepulauan Talaud memperhatikan penderitaan mereka.

“Kami mohon, hadirnya Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi penyelamat bagi kami semua,” pungkasnya.

Seruan serupa juga diteriakan Kepala Desa Bitunuris Selatan, Henny Porobaten yang mengatakan kebanggaannya memakai atribut sebagai kepala desa seperti lambang Garuda di dada dan berbagai embel-embel.

Namun katanya, sangat miris! berbulan-bulan mereka harus menerima kondisi ini.

"Hak kami yang seharusnya dibayarkan, sampai saat ini, belum kami terima," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan transparansi dalam pembayaran anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun ini.

Baca Juga: Robert Sanchez: Kiper Chelsea yang Kurang Meyakinkan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Biro Talaud Sulut Zone

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X